Logo
>

Trump Bicara Soal Tanker Kosong, Minyak AS Mendadak Diburu

Pernyataan Trump soal arus tanker muncul di tengah penutupan Selat Hormuz, harga minyak AS kini diperdagangkan premium dibanding Brent.

Ditulis oleh Yunila Wati
Trump Bicara Soal Tanker Kosong, Minyak AS Mendadak Diburu
Presiden AS Donald Trump mengklaim banyak kapal tanker yang sedang menuju negaranya untuk membeli minyak. (foto: ANI)

KABARBURSA.COM – Di tengah pasar global yang masih bergerak dalam ketidakpastian, pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru membuka kabar menarik dalam dinamika energi dunia. 

Pernyataan soal “gelombang tanker kosong” yang menuju Amerika Serikat muncul di saat pasokan global terganggu dan jalur distribusi utama belum sepenuhnya pulih.

Trump menyebut kapal tanker dalam jumlah besar sedang bergerak menuju AS untuk mengangkut minyak dan gas. Pernyataan ini datang ketika Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi global, masih berada dalam kondisi terbatas. 

Data harga menunjukkan dampak langsung dari situasi ini. Minyak mentah AS (WTI) ditutup di level USD96,57 per barel, sedikit di atas Brent yang berada di USD95,20. Posisi ini mencerminkan kondisi yang tidak biasa, di mana minyak AS diperdagangkan dengan premi terhadap acuan global. 

Perubahan struktur harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap pasokan yang dianggap lebih stabil di tengah gangguan distribusi global.

Dalam konteks tersebut, Amerika Serikat muncul sebagai salah satu sumber pasokan alternatif. Produksi domestik yang meningkat dalam satu dekade terakhir menjadi faktor yang memperkuat posisi ini. 

Ketika jalur distribusi global terganggu, pasokan yang berada di luar wilayah konflik menjadi lebih dicari, menciptakan tekanan permintaan yang berbeda dibandingkan kondisi normal.

Pertemuan Islamabad Fokus Utama

Namun, di balik narasi pengalihan arus tanker tersebut, perhatian pasar tetap tertuju pada proses negosiasi yang sedang berlangsung. Pertemuan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Islamabad menjadi titik yang lebih menentukan arah jangka pendek. 

Pasar tidak hanya melihat kondisi saat ini, tetapi juga menunggu apakah jalur distribusi energi akan kembali terbuka atau tetap terganggu dalam waktu yang lebih panjang.

Ketidakpastian ini membentuk dua lapisan sentimen yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, gangguan pasokan mendorong harga dan permintaan terhadap minyak alternatif. Di sisi lain, harapan terhadap kesepakatan damai menahan pergerakan pasar agar tidak bergerak terlalu jauh dalam satu arah.

Pandangan pelaku pasar menunjukkan fokus yang serupa. Meskipun narasi tentang pergeseran arus tanker menarik perhatian, investor global masih menempatkan hasil pembicaraan sebagai faktor utama. 

Setiap perkembangan dalam negosiasi berpotensi langsung mengubah arah harga, mengingat dampaknya terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz.

AS Mulai Ambil Peran Pemasok Minyak Utama

Dalam kondisi ini, pasar energi tidak bergerak dalam pola yang stabil. Harga mencerminkan gangguan yang sedang berlangsung, sementara ekspektasi dibentuk oleh kemungkinan perubahan yang belum terjadi. 

Dari sisi pasokan, Amerika Serikat mulai mengambil peran yang lebih besar, namun dari sisi sentimen, arah tetap ditentukan oleh perkembangan geopolitik.

Sepanjang periode ini, pergerakan minyak tidak hanya ditentukan oleh keseimbangan supply-demand konvensional, tetapi juga oleh perubahan jalur distribusi dan risiko geopolitik yang melekat di dalamnya. 

Kombinasi ini menciptakan struktur pasar yang lebih kompleks, di mana setiap pernyataan, pergerakan tanker, hingga hasil negosiasi dapat langsung memicu respons harga dalam waktu singkat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79