KABARBURSA.COM - Wall Street menutup perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat dengan optimis. Satu nama yang bertahun-tahun menjadi legenda di pasar privat, akhirnya resmi diperdagangkan di bursa.
SpaceX. perusahaan milik Elon Musk, langsung menjadi magnet perhatian investor global. Sahamnya melesat sekitar 19 persen pada hari pertama perdagangan, dari harga IPO USD135 menjadi USD160,95 per saham.
Dalam hitungan jam, kapitalisasi pasarnya menembus sekitar USD2,1 triliun, dan menjadikannya salah satu perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat.
Debut tersebut langsung mengubah suasana perdagangan di Wall Street. Ribuan investor yang sebelumnya memilih menunggu, kembali masuk ke pasar.
Dow Jones menguat 0,70 persen ke level 51.202,26, S&P 500 naik 0,50 persen menjadi 7.431,46, sementara Nasdaq bertambah 0,31 persen ke posisi 25.888,84. Bahkan, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
SpaceX memang bukan perusahaan biasa. Di dalamnya terdapat bisnis peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, hingga unit kecerdasan buatan xAI. Kombinasi bisnis masa depan itu membuat banyak investor melihat SpaceX sebagai simbol baru inovasi teknologi, menggantikan dominasi narasi kecerdasan buatan yang selama beberapa tahun terakhir dipimpin Nvidia dan perusahaan AI lainnya.
Sinyal Kesepakatan Damai AS-Iran
Euforia pasar ternyata tidak hanya datang dari IPO SpaceX. Sentimen positif juga diperkuat oleh perkembangan geopolitik yang mulai menunjukkan arah lebih baik.
Amerika Serikat dan Iran sama-sama memberikan sinyal bahwa kesepakatan damai semakin dekat. Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut rancangan proposal telah disusun dan mendapat respons positif dari kedua pihak.
Presiden Donald Trump juga beberapa kali menyatakan optimisme bahwa perang yang berlangsung dapat segera diakhiri melalui jalur diplomasi.
Harapan perdamaian diterjemahkan pasar sebagai kabar baik. Risiko gangguan pasokan energi dinilai berkurang, sehingga tekanan terhadap harga minyak mulai mereda. Jika harga energi lebih stabil, maka ancaman inflasi juga berpotensi menurun dan peluang kenaikan suku bunga menjadi lebih kecil.
Kondisi tersebut membuat investor merasa lebih nyaman untuk kembali mengambil risiko di pasar saham.
Saham-saham Antariksa Anjlok
Di balik pesta besar SpaceX, saham Rocket Lab turun lebih dari 10 persen, Intuitive Machines melemah sekitar 13 persen, sementara Planet Labs terkoreksi hampir 9 persen. Setelah menikmati reli menjelang IPO SpaceX, sebagian investor memilih mengamankan keuntungan sehingga tekanan jual pun tidak dapat dihindari.
Pasar sedang melakukan rotasi besar-besaran. Dana yang sebelumnya tersebar di berbagai saham Antariksa, kini mengalir deras menuju SpaceX yang dianggap memiliki prospek paling menjanjikan.
Menariknya lagi, volatilitas SpaceX justru relatif terkendali pada hari pertama perdagangan. Padahal, banyak analis memperkirakan saham ini akan bergerak sangat liar mengingat tingginya antusiasme investor.
Artinya, permintaan terhadap saham SpaceX datang bukan hanya dari investor ritel, tetapi juga institusi besar yang memiliki pandangan investasi jangka panjang.
Namun, sejumlah analis mulai mengingatkan bahwa valuasi SpaceX sudah berada di level yang sangat premium. Perusahaan itu bahkan masih mencatat kerugian tahunan lebih dari USD4 miliar, sehingga harga sahamnya dinilai lebih banyak didorong oleh ekspektasi masa depan dibandingkan fundamental saat ini.
Hal serupa terjadi pada Tesla beberapa tahun lalu. Valuasi yang tinggi sempat menjadi perdebatan sebelum akhirnya perusahaan berkembang menjadi salah satu pemain terbesar di dunia otomotif listrik. Tidak heran jika kemudian saham Tesla ikut naik sekitar 1,8 persen pada perdagangan yang sama.
Rapat Federal Reserve
Kini perhatian pasar bergeser pada rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Investor akan mencari petunjuk mengenai arah suku bunga setelah pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 55 persen hingga akhir tahun.
Untuk sementara waktu, Wall Street menikmati momentum positif tersebut. Harapan damai di Timur Tengah berhasil meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Kemunculan SpaceX sebagai raksasa baru pasar modal menciptakan cerita segar yang membangkitkan kembali selera risiko investor.(*)