KABARBURSA.COM - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi. Hal ini terjadi setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri bertemu di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
Airlangga menyampaikan bahwa UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah. Implementasi Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) diharapkan dapat semakin meningkatkan arus perdagangan dan investasi kedua negara.
“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.
Abdulla juga menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral Indonesia-UEA yang terus berkembang positif. Ia mengakui jika Indonesia merupakan mitra penting di kawasan Asia Tenggara.
“UEA melihat Indonesia sebagai mitra penting di Kawasan Asia Tenggara dan terbuka untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor ekonomi,” ungkap Abdulla.
Abdulla menyampaikan bahwa Abu Dhabi Export (ADEX) telah menyatakan komitmen investasi dengan fokus utama pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Komitmen ini mencerminkan kepercayaan strategis UEA terhadap potensi sektor pangan dan agribisnis Indonesia, sekaligus menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Terkait pengembangan infrastruktur, Abu Dhabi Ports (ADP) juga siap untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan kajian kelayakan.
Lebih lanjut, kedua pihak menyepakati pentingnya menjaga intensitas komunikasi bilateral guna memastikan berbagai komitmen yang telah dibangun dapat direalisasikan secara efektif.
Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat untuk terus memperkuat sinergi investasi, memfasilitasi kepastian usaha bagi investor strategis, serta mendorong percepatan implementasi proyek-proyek prioritas demi kemakmuran bersama. (*)