Logo
>

Asing Net Buy Rp619 Miliar Sesi I, Saham Energi Diburu

Arus dana asing di BEI hingga sesi tengah hari mengalir ke saham energi seperti BUMI, ADRO, dan MEDC, sementara saham teknologi menjadi target jual.

Ditulis oleh Syahrianto
Asing Net Buy Rp619 Miliar Sesi I, Saham Energi Diburu
Arus dana tersebut terutama mengalir ke sejumlah saham sektor energi dan komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM – Investor asing mencatat pembelian bersih atau net foreign buy sekitar Rp619,91 miliar di seluruh pasar hingga sesi perdagangan tengah hari Kamis, 12 Maret 2026. Arus dana tersebut terutama mengalir ke sejumlah saham sektor energi dan komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan menunjukkan total pembelian investor asing mencapai sekitar Rp2,49 triliun, sementara penjualan asing tercatat sekitar Rp1,87 triliun. Selisih transaksi tersebut menghasilkan pembelian bersih di pasar saham domestik.

Sejumlah saham sektor energi tercatat menjadi tujuan utama akumulasi dana asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar saham dengan pembelian bersih asing terbesar berdasarkan volume perdagangan.

Pada saham BUMI, pembelian bersih asing tercatat sekitar 163,39 juta saham. Jumlah tersebut berasal dari transaksi beli asing sekitar 434,17 juta saham, sementara penjualan asing tercatat sekitar 270,77 juta saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan pembelian bersih asing sekitar 65,28 juta saham. Transaksi beli asing pada saham ini tercatat sekitar 99,50 juta saham, sementara penjualan asing sekitar 34,21 juta saham.

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing. Pembelian bersih pada saham tersebut tercatat sekitar 62,60 juta saham.

Sementara itu, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatat pembelian bersih sekitar 55,72 juta saham dengan total pembelian asing sekitar 65,77 juta saham.

Selain itu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga masuk dalam daftar saham dengan pembelian bersih asing sekitar 31,60 juta saham.

Di luar sektor energi, investor asing juga melakukan pembelian pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat pembelian bersih sekitar 17,71 juta saham, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sekitar 15,25 juta saham.

Di sisi lain, sejumlah saham teknologi justru menjadi target penjualan investor asing. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat penjualan bersih asing terbesar dengan volume sekitar 280,32 juta saham.

Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga mencatat penjualan bersih asing sekitar 73,51 juta saham.

Selain saham teknologi, penjualan bersih asing juga tercatat pada sejumlah saham lain seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sekitar 10,41 juta saham dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sekitar 13,71 juta saham.

Secara keseluruhan, komposisi transaksi di pasar saham menunjukkan investor domestik masih mendominasi aktivitas perdagangan dengan porsi sekitar 65,84 persen. Sementara investor asing menyumbang sekitar 34,16 persen dari total transaksi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.