KABARBURSA.COM – Sejumlah saham besar dan menengah bersiap memasuki masa cum date pada Senin, 4 Mei 2026. Masa ini menjadi momentum penting bagi investor yang memburu dividen dari kinerja tahun buku 2025.
Empat emiten yang dijadwalkan masuk fase ini adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), dan PT Trisula International Tbk (TRIS).
ASII menjadi salah satu sorotan utama dengan nilai dividen yang paling besar. Emiten otomotif dan konglomerasi ini menetapkan dividen final sebesar Rp292 per saham, sehingga total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp390 per saham setelah memperhitungkan dividen interim Rp98.
Secara agregat, total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp15,67 triliun, dengan jadwal pembayaran pada 25 Mei 2026.
Di sektor layanan kesehatan, PRDA menetapkan dividen sebesar Rp162,68 per saham. Emiten laboratorium ini juga telah merinci jadwal pembagian dividen, dengan ex date pada 5 Mei 2026, recording date pada 6 Mei 2026, dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Sementara itu, GOOD membagikan dividen tunai Rp9,5 per saham dari laba bersih tahun 2025. Total nilai dividen yang disalurkan mencapai Rp350,34 miliar, berasal dari laba bersih sebesar Rp688,65 miliar. Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan pada 20 Mei 2026.
TRIS juga masuk dalam daftar emiten yang membagikan dividen pekan depan, dengan total nilai Rp24 miliar atau setara Rp7,74 per saham. Dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp60,96 miliar, dengan jadwal pembayaran pada 29 Mei 2026.
Masuknya keempat saham ini ke fase cum date berarti investor yang ingin mendapatkan hak dividen harus memiliki saham tersebut paling lambat pada tanggal tersebut. Setelah melewati ex date, hak atas dividen tidak lagi melekat pada saham yang diperdagangkan di pasar.
Dari sisi nominal, ASII menjadi kontributor terbesar baik dari sisi dividen per saham maupun total nilai distribusi. Sementara PRDA menawarkan dividen per saham yang relatif tinggi dibandingkan harga sahamnya. Untuk GOOD dan TRIS, memberikan distribusi dividen yang lebih moderat dengan basis laba yang lebih kecil.
Periode cum date ini juga sering diikuti oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi aksi investor. Saham dengan distribusi dividen besar biasanya menjadi perhatian pasar menjelang tanggal tersebut, meski arah pergerakan tetap bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran di pasar.
Dengan jadwal yang berdekatan, pekan pertama Mei menjadi periode yang padat bagi investor yang fokus pada strategi dividen. Keempat emiten ini menghadirkan variasi pilihan, mulai dari skala besar seperti ASII hingga emiten dengan kapitalisasi lebih kecil seperti TRIS.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.