Logo
>

BBCA Terus Ditekan Asing, Harga Turun ke 7.000: Bagaimana Strateginya Esok Hari?

Arus dana asing mencatat tekanan jual beruntun pada saham BBCA di awal Maret, dengan net foreign sell mencapai ratusan miliar rupiah saat harga bergerak turun menuju area 7.000.

Ditulis oleh Yunila Wati
BBCA Terus Ditekan Asing, Harga Turun ke 7.000: Bagaimana Strateginya Esok Hari?
Tekanan jual asing terus menekan harga saham BBCA hingga ke level 7.000. (Foto: Dok BCA)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada awal Maret 2026 menunjukkan tekanan jual yang cukup konsisten dari investor asing. Data perdagangan harian memperlihatkan arus dana keluar yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir bersamaan dengan pelemahan harga saham bank terbesar di Indonesia tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, saham BBCA ditutup di level 7.000 atau turun 100 poin setara 1,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.100. Sepanjang sesi perdagangan, harga bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.100 setelah dibuka di level 7.075.

Nilai transaksi pada sesi tersebut tercatat sekitar Rp722,92 miliar dengan volume perdagangan mencapai sekitar 1,03 juta saham dan frekuensi transaksi sekitar 26,98 ribu kali. Aktivitas tersebut berada di bawah rata-rata volume harian yang berada di kisaran 199,42 juta saham.

Data arus dana asing menunjukkan nilai pembelian asing pada 6 Maret mencapai sekitar Rp470,70 miliar, sementara nilai penjualan asing tercatat lebih besar yaitu sekitar Rp562,37 miliar. Dengan demikian, transaksi tersebut menghasilkan net foreign sell sekitar Rp91,67 miliar pada sesi perdagangan tersebut.

Tekanan Jual Asing

Tekanan jual tersebut melanjutkan pola arus dana yang terjadi dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya. Pada 5 Maret 2026, saham BBCA mencatat net foreign buy sekitar Rp148,24 miliar setelah nilai pembelian asing mencapai Rp513,16 miliar sementara penjualan asing berada di kisaran Rp364,92 miliar.

Namun sehari sebelumnya, pada 4 Maret 2026, tekanan jual asing tercatat jauh lebih besar. Pada sesi tersebut nilai penjualan asing mencapai sekitar Rp1,02 triliun sementara pembelian asing berada di kisaran Rp442,59 miliar sehingga menghasilkan net foreign sell sekitar Rp573,43 miliar.

Pergerakan arus dana tersebut juga terlihat pada sesi 2 Maret 2026 yang mencatat net foreign sell sekitar Rp196,50 miliar dengan nilai pembelian asing sekitar Rp374,30 miliar dan penjualan asing mencapai Rp570,79 miliar.

Dalam periode lima hari perdagangan awal Maret tersebut, transaksi asing pada saham BBCA menunjukkan fluktuasi antara pembelian dan penjualan. Namun secara keseluruhan, beberapa sesi mencatat tekanan jual yang lebih besar dibandingkan pembelian.

Pergerakan harga saham BBCA dalam periode tersebut juga bergerak dalam kisaran yang relatif terbatas. Pada 2 Maret 2026 harga berada di level 7.025 sebelum turun menjadi 7.000 pada 6 Maret 2026. Pada 3 Maret harga sempat ditutup di 7.075 dan kembali menguat ke 7.100 pada 5 Maret sebelum kembali melemah pada sesi terakhir pekan tersebut.

Volume perdagangan juga menunjukkan dinamika yang berbeda antar sesi. Pada 4 Maret volume perdagangan tercatat mencapai sekitar 2,17 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,50 triliun, menjadikannya sebagai sesi dengan aktivitas transaksi tertinggi dalam periode tersebut.

Strategi Perdagangan: Buy on Weakness

Dalam riset teknikal yang dirilis MNC Sekuritas, posisi harga BBCA saat ini disebut berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii] dalam struktur pergerakan teknikal jangka menengah.

Dalam skenario tersebut, rentang harga 6.600 hingga 6.700 disebut sebagai area buy on weakness. Sementara target harga berada di level 7.275 dan 7.575 dengan batas pengamanan risiko atau stoploss berada di bawah level 6.375.

Dengan posisi harga penutupan di 7.000 pada akhir perdagangan pekan ini, pergerakan BBCA pada awal pekan berikutnya akan berada di antara area koreksi jangka pendek dan zona akumulasi yang disebutkan dalam riset tersebut.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79