Logo
>

Saham WIFI Naik Kelas, BEI Umumkan Masuk Indeks LQ45

Masuknya WIFI ke LQ45 dan SMinfra18 memperkuat posisinya di sektor infrastruktur digital, setelah sebelumnya lebih dulu menembus indeks global MSCI.

Ditulis oleh Yunila Wati
Saham WIFI Naik Kelas, BEI Umumkan Masuk Indeks LQ45
Bursa Efek Indonesia baru saja mengumumkan bahwa saham WIFI berhasil masuk menjadi konstituen baru Indeks LQ45. (Foto: dok Solusi Sinergi Digital)

KABARBURSA.COM – Baru saja melaporkan kinerja keuangan yang melonjak, dengan pendapatan naik menjadi Rp1,65 triliun dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp671,85 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membawa kabar gembira lainnya.

Saham ini baru saja naik level usai Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa WIFI ditetapkan sebagai konstituen baru dalam Indeks LQ45. Keputusan tersebut diumumkan BEI pada 24 April 2026 dan akan berlaku untuk periode perdagangan 4 Mei hingga 31 Juli 2026.

Selain LQ45, saham WIFI juga tercatat sebagai anggota baru indeks SMinfra18. Penambahan ini menempatkan WIFI dalam kelompok emiten yang memiliki peran langsung dalam pengembangan infrastruktur nasional.

Berdasarkan pengumuman tersebut, posisi WIFI kini semakin kuat di dalam peta indeks domestik. Saham ini tidak hanya masuk dalam indeks baru, tetapi juga tetap menjadi bagian dari IDX80 dan KOMPAS100.

Dengan demikian, eksposur saham WIFI terhadap investor institusi, termasuk pengelola dana berbasis indeks, menjadi semakin luas.

Bagian dari MSCI Indonesia Small Cap Index

Di luar pasar domestik, saham WIFI juga telah lebih dulu masuk dalam sejumlah indeks global. Pada rebalancing November 2025, WIFI tercatat menjadi bagian dari MSCI Indonesia Small Cap Index setelah adanya penguatan fundamental.

Masuknya ke indeks tersebut berkaitan dengan perkembangan bisnis di tingkat anak usaha. Salah satu faktor yang disebut adalah keberhasilan memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz Regional I.

Selain itu, WIFI juga tercatat dalam MSCI Emerging Markets Small Cap Index serta MSCI AC Far East ex-Japan Small Cap Index. Kedua indeks tersebut melacak saham-saham berkapitalisasi kecil dengan potensi pertumbuhan di negara berkembang dan kawasan Asia.

Di tingkat regional, WIFI juga menjadi bagian dari iEdge Southeast Asia+ TECH Index. Indeks ini secara khusus memantau perusahaan teknologi di Asia Tenggara, termasuk yang bergerak di sektor infrastruktur digital.

Fundamental Menguat

Seperti diberitakan KabarBursa.com Dari sisi kinerja, laporan keuangan hingga 31 Desember 2025 menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Peningkatan ini berjalan seiring dengan ekspansi jaringan fiber optic yang dilakukan di sepanjang jalur kereta api.

Ekspansi tersebut menjadi salah satu proyek utama yang mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Infrastruktur jaringan yang dibangun memanfaatkan koridor transportasi yang sudah ada, sehingga memperluas jangkauan konektivitas.

Perkembangan ini terjadi dalam konteks meningkatnya kebutuhan layanan data dan konektivitas. Infrastruktur fiber optic menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung distribusi data berkapasitas besar.

Di pasar saham, pergerakan harga WIFI sepanjang 2025 tercatat berada dalam tren naik. Aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan volume transaksi dalam periode tersebut.

Momentum pergerakan saham ini beriringan dengan sejumlah aksi korporasi dan pencapaian operasional. Salah satunya adalah keberhasilan memperoleh spektrum frekuensi yang menjadi bagian dari penguatan model bisnis.

Dengan masuknya WIFI ke dalam LQ45, saham ini akan menjadi bagian dari portofolio berbagai produk investasi berbasis indeks. Perubahan komposisi indeks tersebut juga berpotensi memengaruhi aliran dana yang mengikuti pergerakan LQ45.

Penetapan konstituen baru ini menegaskan perubahan posisi WIFI di pasar. Dari sebelumnya berada di kelompok saham berkembang, kini masuk dalam kategori saham dengan likuiditas dan kapitalisasi yang menjadi acuan pasar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79