Logo
>

Bos Prodia Beber Pendorong Laba PRDA Ngebut di Kuartal I 2026

Kuartal I 2026 menjadi referensi awal bagi Perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan.

Ditulis oleh Syahrianto
Bos Prodia Beber Pendorong Laba PRDA Ngebut di Kuartal I 2026
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026. (Foto: Dok. Prodia)

KABARBURSA.COM – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026. Kinerja ini terjadi di tengah kondisi global yang masih berfluktuasi.

Direktur Utama Prodia Liana Kuswandi mengatakan awal tahun menjadi indikator awal dalam membaca arah bisnis layanan laboratorium kesehatan. “Kuartal I 2026 menjadi referensi awal bagi Perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama Ramadan dan Idulfitri yang memengaruhi pola konsumsi. Di sisi lain, Perseroan juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent," ujar dia dalam siaran pers dikutip, Kamis, 30 April 2026.

Untuk mendorong kinerja positif ke depannya, kata Liana, Prodia mengakselerasi strategi utama melalui penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan dan mengembangkan precision medicine melalui specialty clinics seperti stem cell, autoimmune & allergy, dan longevity

“Kami baru saja meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong Tangerang dan Stemcell Clinic di Pondok Indah, Jakarta. Selain itu, kami juga terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks, seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics. Upaya ini didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, dan ekspansi selektif guna menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai berkelanjutan,” ungkap dia.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, PRDA membukukan pendapatan sebesar Rp501,4 miliar. Angka ini tumbuh 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut ditopang oleh kontribusi dari tes rutin dan tes esoterik yang menunjukkan permintaan berkelanjutan.

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp229,3 miliar atau meningkat 4,4 persen secara tahunan. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan jumlah kunjungan dan volume pemeriksaan. Dengan kondisi tersebut, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp17,9 miliar atau tumbuh 150,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi arus kas, aktivitas operasional menghasilkan arus kas bersih sebesar Rp112,2 miliar. Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp62,8 miliar seiring dengan belanja untuk pengembangan aset dan penguatan operasional.

Total aset PRDA hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp2,6 triliun. Pada saat yang sama, total liabilitas tercatat Rp263,5 miliar dan ekuitas sebesar Rp2,4 triliun. Struktur permodalan ini mencerminkan tingkat likuiditas yang tetap terjaga serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Direktur Keuangan dan Keberlanjutan Prodia Marina Eka Amalia menyampaikan kondisi keuangan perusahaan masih berada dalam posisi yang solid. “Secara keseluruhan, fondasi keuangan Perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat dan resilien, sehingga mampu menopang keberlangsungan operasional secara berkelanjutan. Perseroan telah mengambil langkah-langkah antisipatif dan evaluasi risiko secara cermat sehingga stabilitas kinerja keuangan tetap terjaga," terang Marina dalam keterangan yang sama.

Ke depan, sambung Marina, Prodia akan terus disiplin dalam pengelolaan biaya (cost discipline), menerapkan prioritas dalam setiap strategi yang dilakukan, serta memastikan setiap investasi yang dilakukan memiliki Return on Investment (ROI) yang jelas.”

Sepanjang kuartal I 2026, PRDA juga memperkuat pengembangan layanan digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran fitur Marketplace Health Shop pada aplikasi U by Prodia. Fitur ini menyediakan akses produk kesehatan seperti obat, vitamin, dan alat kesehatan.

Perusahaan juga menambahkan fitur grafik tren hasil pemeriksaan pada aplikasi tersebut. Selain itu, platform Prodia for Doctor dilengkapi fitur tambahan seperti rating dokter, laporan pemanfaatan aplikasi, serta akses personalisasi bagi tenaga medis.

Di sisi layanan kesehatan preventif, PRDA menargetkan penambahan 20.000 peserta skrining demensia gratis sepanjang 2026. Perusahaan juga menjalankan kampanye kesehatan serta menghadirkan layanan diagnostik seperti Panel Arbovirus dan Advanced Lipid Profile.

Dalam pengembangan layanan berbasis teknologi, Prodia meraih penghargaan Indonesia Popular Digital Products Award 2026 untuk aplikasi U by Prodia. Penghargaan ini diberikan atas pengembangan layanan digital yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan pengguna.

Hingga Maret 2026, PRDA telah mengoperasikan 395 outlet yang tersebar di 82 kota dan 34 provinsi di Indonesia. Jaringan ini mencakup layanan laboratorium klinik serta berbagai pusat layanan kesehatan berbasis personalized medicine.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.