Logo
>

CBRE Kantongi Kredit USD45 Juta, ini Target Kinerjanya

Didukung lonjakan pendapatan kuartal I-2026, CBRE perkuat armada kapal dan bidik pertumbuhan agresif dari bisnis offshore.

Ditulis oleh Yunila Wati
CBRE Kantongi Kredit USD45 Juta, ini Target Kinerjanya
Ada sejumlah target di tahun ini yang menjadi fokus utama CBRE. (Foto: dok Cakra Buana Resources Energy)

KABARBURSA.COM – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) baru saja mendapatkan fasilitas kredit senilai USD45 juta dari PT Bank Maybank Indonesia. Penandatangan perjanjian telah dilakukan pada 29 April 2026.

Pinjaman berjangka dengan tenor delapan tahun ini diarahkan untuk mendukung ekspansi armada, termasuk pembiayaan pelunasan pembelian kapal GUNANUSA HAI LONG 106.

Manajemen menyebut kapal tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas operasional di sektor jasa angkutan laut dan penunjang industri maritim. Dalam skema pembiayaan ini, CBRE menjaminkan tagihan dari kontrak sewa kapal tersebut, termasuk aset kapal offshore jenis pipe laying and lifting vessel dengan nama yang sama.

“Dengan diperolehnya fasilitas kredit dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Perseroan tetap dapat melanjutkan rencana pengembangan armada kapal yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan kinerja Perseroan di masa mendatang,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Pendapatan 1Q26 Melonjak 210 Persen

Di sisi operasional, tambahan armada ini datang di tengah akselerasi kinerja yang sudah terlihat sejak awal tahun. Pada kuartal I-2026, CBRE membukukan pendapatan Rp67,35 miliar, melonjak 210 persen dibandingkan Rp21,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut bahkan sudah melampaui total pendapatan sepanjang tahun buku 2025 yang tercatat Rp55,16 miliar. Kinerja ini menunjukkan lonjakan aktivitas operasional, seiring meningkatnya utilisasi armada dan kontribusi kontrak baru yang mulai berjalan.

Dari sisi profitabilitas, laba usaha naik 120 persen menjadi Rp10,77 miliar dari Rp4,90 miliar pada kuartal I-2025. Sementara laba sebelum pajak mencatat kenaikan lebih tajam, melonjak 377 persen menjadi Rp7,62 miliar dari Rp1,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Target Pertumbuhan 2026

Percepatan ini menjadi fondasi bagi target yang dipasang perseroan sepanjang 2026. CBRE menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 30 persen secara tahunan, dengan laba bersih juga diproyeksikan meningkat pada kisaran yang sama.

Salah satu pendorong utama target tersebut berasal dari proyek offshore yang melibatkan kapal GUNANUSA HAI LONG 106. Perseroan memperkirakan kontribusi pendapatan tahunan dari proyek ini berada di kisaran Rp500 miliar hingga Rp600 miliar.

Di level operasional, manajemen menargetkan tingkat utilisasi armada kapal mencapai 90 persen mulai tahun ini. Fokus bisnis juga mulai bergeser, dari sebelumnya mengandalkan jasa pelayaran curah kering menuju layanan penunjang offshore untuk sektor energi, khususnya migas.

Langkah ini diperkuat melalui kemitraan strategis dengan PT Gunanusa Utama Fabricators. Kerja sama tersebut membuka peluang kontrak jangka panjang dengan estimasi nilai mencapai Rp4 triliun dalam periode delapan tahun.

Rencana Right Issue

Selain ekspansi operasional, CBRE juga menyiapkan penguatan struktur permodalan melalui rencana rights issue pada Juni 2026. Aksi ini ditujukan untuk menurunkan rasio utang serta mendukung pengadaan armada baru.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menegaskan bahwa fasilitas kredit dari Maybank tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha. Sebaliknya, tambahan pendanaan ini disebut memastikan kebutuhan investasi dapat terpenuhi tepat waktu.

Dengan kombinasi antara lonjakan kinerja awal tahun, ekspansi armada, dan penguatan pendanaan, arah bisnis CBRE pada 2026 mulai bergeser ke model yang lebih terfokus pada layanan offshore. Perubahan ini sekaligus menjadi dasar bagi pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang ditargetkan sepanjang tahun.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79