Logo
>

Cek Top Gainers Perdagangan Kemarin, Sempat Koleksi?

Sejumlah saham menguat dua digit dan menyentuh ARA pada perdagangan kemarin, disertai lonjakan nilai transaksi, frekuensi, dan pergerakan investor asing.

Ditulis oleh Syahrianto
Cek Top Gainers Perdagangan Kemarin, Sempat Koleksi?
Sejumlah saham mencatat penguatan dua digit dan masuk jajaran top gainers pada perdagangan kemarin. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Sejumlah saham mencatat penguatan dua digit dan masuk jajaran top gainers pada perdagangan kemarin, Jumat, 23 Januari 2026. Kenaikan harga terjadi bersamaan dengan peningkatan nilai transaksi, volume, dan frekuensi. Data perdagangan menunjukkan aktivitas terjadi pada saham lintas sektor.

    Saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) memimpin penguatan setelah ditutup naik 34,67 persen ke level 202. Harga penutupan tersebut sekaligus menjadi batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan hari itu. Nilai transaksi tercatat Rp3,86 miliar dengan volume 201,30 ribu lot dan frekuensi 2.490 kali.

    Pergerakan harga LMPI berlangsung cepat sejak sesi pagi. Harga bergerak dari level pembukaan 157 dan langsung menguat hingga menyentuh ARA di level 202. Antrean beli terbesar terlihat di harga penutupan dengan total permintaan 256.679 lot.

    Penguatan besar juga terjadi pada saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang naik 24,91 persen ke level 1.730. Harga tersebut merupakan level ARA pada perdagangan kemarin. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp572,87 miliar dengan volume 3,80 juta lot dan frekuensi 65.370 kali.

    Aktivitas perdagangan RMKO berlangsung padat sepanjang sesi. Harga bergerak dari 1.650 dan berangsur menguat hingga menyentuh ARA di level 1.730. Antrean beli terbesar tercatat di harga penutupan dengan total permintaan 278.764 lot.

    Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) ditutup menguat 24,62 persen ke level 324. Harga penutupan tersebut sekaligus menjadi batas ARA pada perdagangan hari itu. Sepanjang perdagangan, nilai transaksi tercatat Rp30,05 miliar dengan volume 994,18 ribu lot dan frekuensi 11.420 kali.

    Pergerakan harga BAIK sempat berfluktuasi pada sesi pagi. Harga bergerak dari level 260 sebelum kembali menguat dan terkunci di ARA pada level 324 hingga penutupan. Antrean beli terbesar tercatat di harga penutupan dengan total permintaan 470.326 lot.

    Kenaikan juga dicatat saham PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) yang menguat 24,58 persen ke level 735. Nilai transaksi mencapai Rp21,40 miliar dengan volume 319,80 ribu lot dan frekuensi 4.340 kali selama sesi berlangsung. Pembelian bersih investor asing senilai Rp47,87 juta tercatat dalam perdagangan saham ini.

    Harga JTPE bergerak konsisten sejak awal sesi. Saham ini dibuka di level 590 dan berangsur menguat hingga menyentuh 735. Permintaan terlihat terkonsentrasi di rentang harga 730 hingga 735.

    Saham PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) menguat 24,30 persen dan ditutup di level 266. Nilai transaksi tercatat Rp6,55 miliar dengan volume 252,14 ribu lot dan frekuensi 5.020 kali. Pada saham ini, penjualan bersih investor asing sebesar Rp13,09 juta tercermin dalam data perdagangan.

    Pergerakan harga INAI berlangsung relatif stabil setelah lonjakan awal. Harga bergerak dari level 218 dan bertahan di kisaran 260 hingga penutupan. Antrean beli terbesar tercatat di rentang harga 264 hingga 266. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.