KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi di sesi I, dan ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55 persen ke level 6.220,74.
IHSG dibuka di level 6.321,96 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.377,19, memberikan harapan bahwa reli beberapa hari terakhir masih memiliki tenaga untuk berlanjut.
Sayangnya, optimisme itu tidak bertahan lama.
Tekanan jual mulai bermunculan menjelang siang dan terus berlanjut hingga sore hari. Bahkan indeks sempat menyentuh level terendah 6.179,67 sebelum akhirnya berhasil memangkas sebagian pelemahan dan menutup perdagangan di 6.220,74.
Nilai transaksi yang mencapai hampir Rp24,71 triliun dengan volume lebih dari 341 juta lot menunjukkan aktivitas perdagangan tetap sangat tinggi. Di sini, investor tidak meninggalkan pasar, hanya sedang berpindah tempat.
BREN jadi Pusat Tekanan
Salah satu sumber pelemahan terbesar datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Saham ini ditutup di level 3.740, anjlok 510 poin atau 12 persen dalam sehari. Padahal pada awal perdagangan BREN masih dibuka di level 4.250 dan sempat menyentuh harga tertinggi 4.280.
Namun, tekanan jual terus meningkat hingga saham menyentuh level terendah 3.700. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp346 miliar dengan volume hampir 900 ribu lot, mencerminkan aksi distribusi yang cukup besar.
Tekanan juga menjalar ke saham-saham yang selama ini bergerak searah dengan sektor energi. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 6,71 persen ke level 695. Sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 5,84 persen ke level 4.190.
BBRI Penopang IHSG
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil ditutup menguat 3,01 persen ke level 3.080. Pergerakannya cukup menarik. Dibuka di level 3.020, harga BBRI sempat bergerak hingga 3.130, dan tetap mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Dengan nilai transaksi sekitar Rp1,57 triliun dan volume lebih dari 5 juta lot, saham ini menjadi salah satu tujuan utama aliran dana investor pada perdagangan hari ini.
Selain sektor perbankan, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga tampil impresif. ESSA ditutup di level 665, naik 8,13 persen setelah sempat menyentuh harga tertinggi 685. Dengan nilai transaksi sekitar Rp211,6 miliar, saham ini menjadi salah satu top performer hari ini.
Sementara itu, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga berhasil mencatatkan kenaikan 5,56 persen ke level 76. Pergerakan MDIA memperlihatkan bahwa minat investor terhadap saham lapis kedua masih cukup terjaga meskipun IHSG sedang berada di zona merah.
Rotasi Sektoral
Jika melihat pola perdagangan hari ini, pelemahan IHSG bukan disebabkan oleh keluarnya dana dari pasar. Sebaliknya, pasar sedang mengalami rotasi sektor. Investor tampak mulai merealisasikan keuntungan pada saham-saham energi dan konglomerasi yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam.
Di sisi lain, sebagian dana tersebut berpindah ke saham-saham dengan fundamental yang lebih stabil seperti sektor perbankan maupun beberapa saham yang masih memiliki momentum positif.
Fenomena seperti ini sebenarnya cukup sehat.
Rotasi membuat kenaikan pasar menjadi lebih merata dan mengurangi risiko terbentuknya reli yang hanya ditopang oleh segelintir saham. Secara teknikal, kemampuan IHSG menutup perdagangan di atas level psikologis 6.200 juga menjadi sinyal penting.
Level tersebut kini berubah menjadi support jangka pendek yang akan menjadi perhatian investor pada perdagangan berikutnya. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, peluang indeks untuk kembali menguji resistance di kisaran 6.300 hingga 6.380 masih terbuka.
Namun jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar kembali meningkat, volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan dalam beberapa sesi mendatang.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.