KABARBURSA.COM - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) mencatatkan kinerja keuangan yang suram sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp49,4 miliar, angka yang melonjak tajam hingga 164,5 persen dibandingkan kerugian bersih pada tahun buku 2024 yang tercatat Rp18,67 miliar.
Merujuk laporan keuangan perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, emiten yang berada di bawah kendali PT RMK Investama tersebut justru mencatat lonjakan pendapatan. Nilainya mencapai Rp407,56 miliar, melesat 63,6 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp249,09 miliar.
Namun peningkatan pendapatan itu tidak mampu menahan tekanan dari sisi biaya. Beban pokok pendapatan sepanjang 2025 justru meroket hingga 85,7 persen secara tahunan, menjadi Rp436,95 miliar. Lonjakan beban tersebut menggerus kinerja operasional, sehingga pada tahun lalu emiten yang terafiliasi dengan RMKE ini membukukan rugi bruto Rp29,39 miliar. Kondisi itu berbanding terbalik dengan kinerja tahun 2024 yang masih mampu menghasilkan laba bruto Rp13,82 miliar.
Dalam periode Januari hingga Desember 2025, beban usaha perseroan tercatat Rp24,79 miliar. Nilai ini meningkat signifikan, yakni 49,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tekanan biaya tersebut membuat RMKO membukukan rugi usaha sebesar Rp54,17 miliar, berbalik arah dari periode Januari–Desember 2024 yang masih mencatat laba usaha Rp2,76 miliar.
Akumulasi tekanan tersebut tercermin pada posisi rugi sebelum pajak penghasilan. Sepanjang 2025, angka kerugian sebelum pajak mencapai Rp68,15 miliar, melonjak 198,6 persen dibandingkan kerugian sebelum pajak tahun 2024 yang tercatat Rp22,82 miliar.
Meski demikian, perseroan memperoleh manfaat pajak penghasilan sebesar Rp18,75 miliar pada 2025. Insentif tersebut sedikit meredam tekanan, namun tidak cukup mengubah arah kinerja. Hasil akhirnya, RMKO tetap mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp49,4 miliar, meningkat 164,5 persen dibandingkan kerugian tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp18,67 miliar.
Besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025 juga tercatat Rp49,4 miliar. Angka ini sama dengan total kerugian bersih perseroan, sekaligus melonjak 164,5 persen dibandingkan kerugian bersih tahun buku 2024 sebesar Rp18,67 miliar. Dampaknya, hingga 31 Desember 2025 perseroan membukukan defisit Rp36,78 miliar, berbalik dari posisi saldo laba positif Rp12,62 miliar pada akhir 2024.
Dari sisi struktur permodalan, total ekuitas RMKO per 31 Desember 2025 tercatat Rp178,19 miliar. Angka ini menyusut 21,7 persen dibandingkan posisi ekuitas pada 31 Desember 2024 yang mencapai Rp227,59 miliar.
Di sisi lain, total liabilitas hingga akhir 2025 mencapai Rp378,83 miliar, meningkat 17,4 persen secara tahunan. Kewajiban tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek yang tercatat Rp343,15 miliar.
Sementara itu, total aset perseroan hingga penghujung Desember 2025 mencapai Rp557,02 miliar. Nilai ini sedikit lebih tinggi, atau naik 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pos kas dan bank juga menunjukkan peningkatan moderat menjadi Rp5,64 miliar, naik sekitar 10 persen dari posisi akhir Desember 2024 yang tercatat Rp5,13 miliar.(*)