KABARBURSA.COM – Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 5,14 persen atau 18 poin ke level Rp368 pada perdagangan hari ini, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 15.03 WIB.
Pergerakan positif ini merespons keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp389,62 miliar.
Sentimen Positif Pascapembagian Dividen
Dalam RUPST tersebut, perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp25 per lembar saham bagi para pemegang saham.
Keputusan ini didasarkan pada kinerja keuangan solid perusahaan sepanjang tahun buku 2025, di mana Erajaya membukukan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun.
Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan secara konsisten oleh perseroan.
Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, Hasan Aula, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Menurutnya, kinerja solid tahun 2025 memberikan landasan kuat bagi perusahaan untuk terus memperkuat strategi diversifikasi serta inovasi bisnis.
"Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025," ujar dia dalam keterangan tertulis.
Perusahaan meyakini bahwa langkah ini akan menjaga relevansi Erajaya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus menjamin pertumbuhan jangka panjang.
"Kami akan terus memperkuat strategi diversifikasi dan inovasi bisnis, sehingga Erajaya dapat tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan menjaga pertumbuhan jangka panjang," ungkap Hasan.
Ekspansi Bisnis, Inovasi, dan Keberlanjutan
Sepanjang tahun 2025, Erajaya secara aktif memperluas portofolio melalui vertikal bisnis Erajaya Active Lifestyle dan Erajaya Food & Nourishment yang menjadi sumber pertumbuhan baru.
Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut hingga kuartal I 2026, dengan catatan penjualan bersih sebesar Rp22,4 triliun, meningkat 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat di seluruh vertikal bisnis perseroan.
Hingga Kuartal I 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.400 jaringan ritel yang terintegrasi dalam ekosistem omnichannel. Pengalaman pelanggan ditingkatkan melalui ekosistem digital commerce serta program loyalitas MyEraspace yang kini telah memiliki lebih dari 17,5 juta anggota.
Langkah strategis ini memperkuat posisi perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan dinamika pasar.
Di sisi keberlanjutan, perseroan menjalankan berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG). Inisiatif tersebut mencakup program pengelolaan limbah elektronik, upaya konservasi lingkungan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung, serta pengembangan program pendidikan vokasi sebagai kontribusi bagi masyarakat. Komitmen ini selaras dengan fokus perusahaan untuk mengedepankan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Dalam agenda RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Lim Bing Tjay dari jabatannya sebagai Komisaris Independen terhitung sejak 31 Maret 2026.
Bersamaan dengan itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Rudiantara sebagai Komisaris Independen yang baru.
Pergerakan Saham ERAA
Data perdagangan per pukul 15.03 WIB menunjukkan saham ERAA diperdagangkan pada level Rp368. Saham ini dibuka pada level Rp354 dengan harga tertinggi harian menyentuh Rp370 dan harga terendah berada pada level Rp346.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap pengumuman dividen yang dilakukan perseroan.
Volume transaksi saham ERAA hingga pukul 15.03 WIB tercatat sebesar 432,98 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp15,4 miliar. Aktivitas perdagangan ini melibatkan partisipasi aktif berbagai broker dalam menggerakkan likuiditas saham di pasar reguler.
Data transaksi menunjukkan adanya arus beli yang cukup kuat untuk menopang kenaikan harga saham hingga penutupan sesi perdagangan.(*)