KABARBURSA.COM - PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI), perusahaan yang berdiri sejak 1988 dan bergerak di bidang manufaktur tinta cetak, coating, adhesive, serta perdagangan berbagai kebutuhan industri kemasan seperti BOPP Film, PET Film, resin plastik, hingga material pendukung industri printing, berencana membagikan dividen jumbo.
Bagi sebagian investor, nama ini mungkin masih terdengar asing. Namun bagi investor yang menyukai emiten dengan fundamental kuat dan kebijakan dividen yang konsisten, CLPI merupakan salah satu saham yang layak diperhatikan.
Produk-produknya digunakan pada industri flexible packaging, kemasan rokok, hingga berbagai kebutuhan kemasan modern. Dan saat ini, CLPI memiliki dua fasilitas produksi utama di Tangerang dan Sidoarjo dengan kapasitas gabungan sekitar 12.500 metrik ton per tahun, melayani pasar domestik sekaligus ekspor ke Australia dan China.
Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah
Tidak hanya profil usahanya yang menarik, sejarah dividennya pun penting diperhatikan. RUPST tahun ini menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp170,51 per saham atau setara Rp52,18 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan dividend payout ratio 76,5 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp68,19 miliar. Artinya, hampir tiga perempat laba perusahaan langsung dikembalikan kepada pemegang saham.
Jika melihat sejarahnya, tren dividen CLPI memang sangat menarik.
- 2020 : Rp89,39 per saham
- 2021 : Rp71,21 per saham
- 2022 : Rp61,38 per saham
- 2023 : Rp128,25 per saham
- 2024 : Rp139,21 per saham
- 2025 : Rp170,51 per saham
Ini menjadi dividen terbesar yang pernah dibagikan perusahaan sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan harga saham sekitar Rp1.675, investor memperoleh dividend yield sekitar 8,30 persen, jauh di atas rata-rata deposito maupun sebagian besar saham sektor manufaktur.
Fundamental Nyaman
Yang membuat dividen tersebut terasa lebih menarik adalah kualitas fundamental perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, CLPI membukukan EPS Rp50,30, dengan Annualized EPS sekitar Rp201,21, dan EPS TTM mencapai Rp224,53.
Artinya, kemampuan menghasilkan laba masih berada pada tren yang sangat baik.
Lebih menarik lagi adalah struktur neracanya. Current Ratio mencapai 3,08 kali, sedangkan Quick Ratio sebesar 2,32 kali. Ini berarti aset lancar perusahaan lebih dari cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya.
Utangnya pun sangat rendah. Debt to Equity Ratio hanya 0,11 kali, sementara Total Debt terhadap Total Asset hanya 0,08 kali. Dengan kata lain, CLPI bukan perusahaan yang tumbuh dengan beban pinjaman besar.
Sebaliknya, perusahaan justru memiliki struktur modal yang sangat konservatif. Kemampuan membayar bunga juga sangat kuat. Interest Coverage Ratio mencapai 24,40 kali, sedangkan Altman Z-Score berada di level 9,04, jauh di atas batas yang biasanya digunakan untuk mengukur risiko kesulitan keuangan.
Fundamental seperti ini relatif jarang ditemukan pada emiten berkapitalisasi kecil.
Saham Bergerak Pelan tetapi Konsisten
Pergerakan harga saham juga mulai mencerminkan optimisme pasar. Pada perdagangan hari ini, CLPI ditutup di level Rp1.675, naik 1,52 persen. Dalam beberapa hari terakhir saham ini bergerak cukup stabil.
Kenaikan tersebut juga diiringi arus dana asing yang cukup menarik. Pada 9 Juni tercatat net foreign buy hampir Rp99 juta, disusul Rp27,58 juta pada 10 Juni dan Rp14,82 juta pada 12 Juni.
Memang pada 15 Juni asing mencatat net sell sekitar Rp25,76 juta. Namun secara keseluruhan, pola transaksi masih menunjukkan minat yang cukup baik terhadap saham ini.
Teknikal Kasih Sinyal Menarik
Jika melihat indikator teknikal, hampir semuanya masih mengarah pada tren positif. Ringkasan indikator memberikan status "Sangat Beli". RSI berada di level 63, yang menunjukkan momentum masih kuat meskipun mulai mendekati area overbought.
MACD masih menghasilkan sinyal beli. ADX di atas 35 menunjukkan tren sedang menguat. Sementara seluruh Moving Average mulai dari MA5, MA10, MA20, MA50, MA100 hingga MA200 sama-sama memberikan rekomendasi Beli.
Kondisi seperti ini memperlihatkan bahwa tren naik masih terjaga.
Pivot point klasik juga memberikan gambaran menarik. Support utama berada di area 1.610, sedangkan resistance pertama berada di 1.680 dan resistance berikutnya di 1.710. Dengan harga saat ini di 1.675, saham hanya berjarak tipis dari resistance penting tersebut.
Masuk Sekarang?
Jawabannya bergantung pada profil investor. Bagi pemburu dividen, CLPI menawarkan kombinasi yang cukup menarik. Yield lebih dari 8 persen, payout ratio tinggi, utang rendah, dan bisnis yang stabil memberikan rasa aman yang jarang ditemukan pada saham berkapitalisasi kecil.
Sementara bagi investor yang mengejar capital gain, kondisi teknikal saat ini masih menunjukkan peluang lanjutan tren naik. Namun perlu diingat bahwa indikator stochastic dan CCI sudah mulai memasuki area beli berlebih.
Artinya, peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka sebagai bagian dari proses konsolidasi.
Selama harga masih mampu bertahan di atas area 1.610, struktur kenaikan saham ini masih relatif sehat.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.