KABARBURSA.COM - PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) berencana membagikan dividen mini di bulan Juli mendatang. Sekilas angka kecil itu tidak menarik bagi investor, namun membuktikan bahwa baik DOSS maupun IDPR konsisten membagikan keuntungan pada investor.
DOSS membagikan dividen interim Rp3 per saham, sementara IDPR membagikan dividen tunai Rp5 per saham.
Dari sisi yield, DOSS sedikit unggul. Dengan harga saham sekitar Rp138 per lembar, dividen Rp3 per saham menghasilkan yield sekitar 2,17 persen. Sedangkan IDPR, yang diperdagangkan di kisaran Rp308 per saham, menawarkan yield sekitar 1,62 persen.
Meski demikian, daya tarik utama kedua saham ini bukan pada yield, tapi pada bagaimana dividen tersebut dibayar dan kondisi fundamental yang mendasarinya.
DOSS membagikan sekitar Rp5,17 miliar atau setara 14,8 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp34,9 miliar. Perusahaan masih menyimpan sebagian besar keuntungannya untuk kebutuhan bisnis ke depan.
IDPR relatif konservatif. Berdasarkan estimasi laba berjalan dan kebutuhan dana dividen sekitar Rp5,15 miliar, payout ratio perusahaan diperkirakan hanya berada di kisaran 26 persen. Angka tersebut masih tergolong sehat dan memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga likuiditas sekaligus mendukung ekspansi proyek yang sedang berjalan.
Perbedaan yang lebih menarik terlihat pada sumber pertumbuhan masing-masing perusahaan. DOSS datang dari sektor distribusi dan ritel perlengkapan fotografi, videografi, serta gadget. Bisnis ini sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan perkembangan teknologi konsumen. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan berhasil menunjukkan perbaikan profitabilitas yang konsisten.
Hal tersebut tercermin dari kenaikan Return on Equity yang meningkat dari 2,40 persen pada akhir 2024 menjadi 5,12 persen pada kuartal pertama 2026. EBITDA perusahaan juga melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi itu membuat DOSS terlihat seperti emiten yang sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dividen yang dibagikan saat ini memang belum besar, tetapi ruang peningkatan dividen di masa depan masih sangat terbuka apabila tren laba terus berlanjut.
Sementara itu, IDPR adalah perusahaan jasa pondasi dan konstruksi. Kinerjanya IDPRsangat dipengaruhi oleh aktivitas pembangunan dan investasi infrastruktur. Setelah beberapa tahun menghadapi tantangan di sektor konstruksi, perusahaan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pendapatan kuartal pertama 2026 melonjak hampir 39 persen secara tahunan menjadi Rp401 miliar. Yang lebih menarik, laba bersih naik dari Rp1 miliar menjadi Rp5 miliar. Secara persentase, pertumbuhan laba mencapai 400 persen.
Memang basis laba sebelumnya relatif rendah, tetapi lonjakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mulai berhasil mengubah pertumbuhan pendapatan menjadi keuntungan yang lebih nyata.
Valuasi DOSS Vs IDPR
Dari sisi valuasi, DOSS tampak sedikit lebih menarik. Price to Sales Ratio perusahaan berada di bawah satu kali, sementara PER kuartal pertama 2026 turun menjadi sekitar 24,76 kali. Penurunan PER menunjukkan bahwa pertumbuhan laba mulai mengejar harga saham.
Di sisi lain, estimasi forward PER IDPR berada di kisaran 15,9 kali, yang sebenarnya juga masih cukup wajar untuk perusahaan yang sedang berada dalam fase pemulihan.
Jika melihat pergerakan pasar, kedua saham juga menghadapi tantangan teknikal masing-masing. DOSS memiliki resistance kuat di area Rp143 hingga Rp145, sementara IDPR menghadapi tembok jual yang cukup besar di sekitar Rp320.
Jadi, DOSS lebih cocok bagi mereka yang mencari kombinasi pertumbuhan yang stabil, profitabilitas yang membaik, dan peluang kenaikan dividen di masa depan. Sebaliknya, IDPR menawarkan potensi yang lebih terkait dengan pemulihan sektor konstruksi dan peningkatan laba dari basis yang masih relatif rendah.
Jika tujuan utama adalah mencari dividend yield yang lebih menarik dengan fundamental yang terus membaik, DOSS memiliki keunggulan. Namun jika investor percaya bahwa siklus proyek konstruksi nasional akan semakin kuat dalam beberapa tahun mendatang, IDPR dapat menjadi pilihan yang tidak kalah menarik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.