KABARBURSA.COM – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejumlah emiten yang membukukan kenaikan harga signifikan sepanjang periode satu pekan terakhir.
Data performa saham yang terangkum hingga Senin, 22 Juni 2026 menunjukkan adanya akumulasi transaksi kuat pada kelompok emiten tertentu, yang mendorong posisinya ke jajaran saham harga mingguan tertinggi di pasar modal.
Berdasarkan laporan statistik pergerakan harga, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menempati posisi teratas dengan mencatatkan imbal hasil mingguan tertinggi.
Saham ZONE berada di level harga terakhir Rp545,00 per lembar saham setelah menguat sebesar 60,29 persen dalam sepekan terakhir.
Jika disandingkan dengan indikator jangka pendek lainnya, ZONE juga membukukan kenaikan 1 month price returns sebesar 60,29 persen, kenaikan 3 month price returns sebesar 66,16 persen, serta kinerja berjalan sepanjang tahun atau year to date (YTD) yang tumbuh positif 4,81 persen dengan kapitalisasi pasar atau market cap senilai Rp474,24 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang mencatatkan penguatan imbal hasil mingguan sebesar 46,88 persen pada tingkat harga terakhir Rp94,00.
Emiten ini memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp211,56 miliar dengan catatan indikator satu bulan menguat 8,05 persen, indikator tiga bulan naik 32,39 persen, walaupun kinerja berjalan sepanjang tahun masih berada di zona koreksi dengan YTD minus 8,74 persen.
Selanjutnya, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) berada di urutan ketiga dengan tingkat keuntungan mingguan mencapai 44,65 persen pada posisi harga terakhir Rp1.555,00.
Emiten berkode saham IFSH ini membukukan lonjakan kinerja YTD yang signifikan sebesar 96,84 persen dan memiliki nilai market cap sebesar Rp3.304,38 miliar, meskipun indikator satu bulan tercatat turun 4,01 persen dan tiga bulan terkoreksi 52,15 persen.
Di posisi keempat, PT Remala Abadi Tbk (DATA) mencatatkan penguatan harga mingguan sebesar 43,45 persen, menempatkan posisi harga terakhirnya di level Rp2.080,00.
Emiten berkode saham DATA ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp2.860,00 milar dengan performa satu bulan tumbuh sebesar 13,04 persen, performa tiga bulan terkoreksi 43,94 persen, serta catatan YTD minus 50,48 persen.
Menyusul berikutnya di posisi kelima, yaitu PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) menguat 42,42 persen dalam sepekan dengan harga terakhir berada di level Rp1.175,00.
RONY mengantongi nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp1.468,75 miliar dengan indikator satu bulan berada di posisi minus 2,89 persen, indikator tiga bulan minus 12,31 persen, serta performa tahun berjalan YTD minus 68,41 persen.
Di peringkat keenam, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) membukukan kenaikan harga mingguan sebesar 39,55 persen dengan posisi harga terakhir Rp494,00.
ATAP mencatatkan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp617,50 miliar, dengan performa bulanan menguat 12,79 persen, performa tiga bulan minus 35,00 persen, dan tingkat pertumbuhan YTD minus 20,32 persen.
Peringkat ketujuh ditempati oleh PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) yang mencatatkan imbal hasil mingguan sebesar 37,96 persen pada harga terakhir Rp745,00.
Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp2.328,12 miliar, dengan performa bulanan terkoreksi tipis 0,67 persen, performa tiga bulan minus 10,24 persen, dan performa YTD minus 28,71 persen.
Pada urutan kedelapan, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menguat sebesar 33,93 persen dalam sepekan dengan harga terakhir berada pada level Rp1.875,00.
UDNG memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp3.281,33 miliar dengan catatan kinerja berkala yang konsisten di zona hijau, di mana performa satu bulan menguat 34,89 persen, performa tiga bulan melonjak 45,91 persen, meskipun kinerja tahun berjalan YTD masih tercatat minus 63,94 persen.
Sementara itu, PT Teknologi Karya Digital Nusanara Tbk (TRON) menempati posisi kesembilan dengan kenaikan harga mingguan sebesar 32,43 persen pada harga terakhir Rp98,00.
TRON mencatatkan kapitalisasi pasar senilai Rp289,23 miliar, dengan pergerakan satu bulan minus 10,09 persen, tiga bulan minus 14,78 persen, dan tingkat pertumbuhan berjalan YTD minus 58,12 persen.
Menutup urutan sepuluh besar, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (NSSS) membukukan imbal hasil mingguan sebesar 32,35 persen pada level harga terakhir Rp585,00.
Emiten ini mencatatkan nilai kapitalisasi pasar terbesar di antara jajaran sepuluh besar tersebut, yakni mencapai Rp13.923,92 miliar, dengan catatan performa bulanan minus 3.31 persen, performa tiga bulan minus 34,64 persen, serta catatan kinerja YTD sebesar minus 36,76 persen.
Data transaksi pergerakan harga dari kesepuluh emiten ini terdokumentasi secara berkala di dalam sistem pelaporan BEI.
Perubahan nilai returns ini merekam fluktuasi perdagangan harian yang terjadi di pasar reguler tanpa dipengaruhi oleh faktor komparasi jangka panjang eksternal lainnya.
Pelaku pasar senantiasa memantau perkembangan nilai transaksi berkala ini melalui data publikasi harian resmi yang diterbitkan oleh otoritas bursa. (*)