Logo
>

Dolar AS Tembus Level Tertinggi Dua Pekan

Penguatan greenback terjadi seiring meningkatnya sikap waspada investor terhadap risiko

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Dolar AS Tembus Level Tertinggi Dua Pekan
Ilustrasi Mata Uang Dolar Amerika. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Dolar Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi dalam dua pekan, terdorong oleh meningkatnya volatilitas pasar saham global sekaligus pelemahan poundsterling, setelah Bank of England (BoE) memutuskan mempertahankan suku bunga melalui pemungutan suara yang berlangsung ketat.

Penguatan greenback terjadi seiring meningkatnya sikap waspada investor terhadap risiko, sementara pelaku pasar mencerna hasil musim laporan keuangan perusahaan AS yang kini memasuki paruh kedua. 

Meski demikian, pergerakan dolar masih relatif terbatas setelah serangkaian data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. Klaim pengangguran meningkat di atas perkiraan, sementara pembukaan lapangan kerja Desember tercatat lebih rendah dari ekspektasi.

Seperti dilansir reuters, Marc Chandler, Chief Market Strategist Bannockburn Global Forex, menilai arah dolar selanjutnya tergantung pada apakah mata uang ini bergerak mendatar atau melanjutkan penguatan lebih tajam. Chandler menekankan bahwa inflasi yang masih tinggi dan kondisi ekonomi AS yang solid membuat Federal Reserve belum terburu-buru memangkas suku bunga. 

Ia juga menambahkan, pasar memperkirakan data ekonomi akan melunak ketika Kevin Warsh, kandidat bos Fed berikutnya, mulai menjabat. Namun, proses konfirmasi Warsh berpotensi menghadapi hambatan politik karena sejumlah anggota Partai Republik menuntut penyelesaian penyelidikan terhadap Chairman Fed saat ini, Jerome Powell, sebelum melanjutkan.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terakhir menguat 0,18 persen menjadi 97,85, menandai kenaikan dua hari berturut-turut dan menyentuh level tertinggi sejak 23 Januari.

Di pasar komoditas, emas dan perak kembali tertekan, terdorong aksi jual baru di tengah volatilitas tinggi akibat aktivitas spekulatif. Harga perak tercatat amblas 15,66 persen menjadi USD74,25 per ons. Nasdaq Composite Index pun merosot 2,9 persen dalam dua hari terakhir, penurunan terbesar sejak Oktober, dipicu laporan kinerja raksasa teknologi. Alphabet mengumumkan rencana belanja modal agresif, sementara saham perangkat lunak tertekan oleh perubahan industri menuju era kecerdasan buatan generatif.

Poundsterling Tertekan

Sterling jatuh 0,75 persen terhadap dolar AS menjadi USD1,3550 dan melemah 0,62 persen versus euro setelah BoE mempertahankan suku bunga dengan keputusan tipis 5 banding 4 di antara sembilan anggota komite kebijakan moneternya. Mata uang Inggris sempat menyentuh level terendah dua pekan, tertekan oleh kekhawatiran terhadap stabilitas politik domestik. Pasar menyoroti tekanan terhadap Perdana Menteri Keir Starmer pasca penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS, meski terkait kontroversi hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

Jane Foley, Head of FX Strategy Rabobank London, memperingatkan bahwa posisi politik perdana menteri berpotensi semakin tertekan menjelang pemilihan lokal Mei, dan ketidakpastian kepemimpinan Partai Buruh dapat menambah tekanan terhadap pound.

Euro Stabil di Tengah Ketidakpastian ECB

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) juga mempertahankan suku bunga dalam pertemuan kebijakan yang sama. Euro tercatat melemah tipis 0,16 persen menjadi USD1,1788. Pelaku pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga ECB tahun ini relatif kecil. Meskipun volatilitas pasar meningkat sejak awal tahun, posisi euro hanya 0,4 persen lebih tinggi dibandingkan saat pertemuan ECB Desember lalu.

Secara tahunan, euro masih menguat sekitar 13 persen terhadap dolar AS, menimbulkan kekhawatiran pembuat kebijakan terkait dampaknya pada tekanan harga di kawasan. Inflasi zona euro kini tercatat sekitar 1,7 persen, sedikit di bawah target ECB sebesar 2 persen, menandai dinamika moneter yang menuntut kewaspadaan cermat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.