KABARBURSA.COM – Bursa Asia-Pasifik bergerak menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026 pagi, dipimpin oleh indeks Kospi Korea Selatan yang melonjak 5,17 persen. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, bergerak mendatar.
Dari Jepang, indeks Nikkei 225 bertambah 5,13 persen dan Topix naik 3,63 persen, sementara indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, menguat 2,62 persen.
Untuk pasar Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 24.706, sedikit lebih rendah dari posisi penutupan terakhir indeks di level 24.718,10.
"Pasar telah menantikan berita ini selama berbulan-bulan. Rasa lega mulai terlihat dari merosotnya harga minyak, sementara aset berisiko kembali mendapat momentum setelah Presiden Trump mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali dan blokade angkatan laut AS akan dicabut," ujar Josh Gilbert, Analis Utama APAC di eToro kepada CNBC.
Melalui media sosial pada Minggu malam, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran "sekarang telah selesai." Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menambahkan bahwa upacara penandatanganan resmi bakal digelar pada Jumat mendatang di Swiss.
Keputusan Trump yang mengizinkan pembukaan kembali jalur krusial Selat Hormuz langsung membuat harga minyak anjlok pada hari Minggu, di mana minyak mentah AS merosot hampir 5 persen.
Pengumuman ini muncul tepat setelah aksi saling tembak antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon sempat memicu ketidakpastian apakah kesepakatan tersebut bisa rampung pada hari Minggu atau tidak.
Di sisi lain, tiga indeks utama bursa saham AS baru saja menutup pekan lalu dengan rapor hijau. Sentimen pasar terdongkrak pada hari Jumat berkat penawaran umum perdana (IPO) SpaceX yang memecahkan rekor. SpaceX mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan kapitalisasi pasar menembus USD2 triliun setelah sahamnya melonjak lebih dari 19 persen.
"Kesuksesan IPO SpaceX menjadi sinyal positif bagi meluasnya minat investor terhadap inovasi dan teknologi," kata Evan Schlossman, Prinsipal di SuRo Capital.
Menurutnya, hal ini mencerminkan tingginya permintaan serta antusiasme investor untuk masuk ke perusahaan sejenis.
Sepanjang pekan ini, investor akan mencermati rilis data ekonomi terkait sektor perumahan dan penjualan ritel. Fokus pasar juga tertuju pada rapat kebijakan moneter The Fed.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch, kontrak berjangka dana Fed menunjukkan peluang sebesar 98 persen bahwa bank sentral AS tersebut akan mempertahankan suku bunganya.
Adapun aktivitas perdagangan di pasar saham AS akan diliburkan pada hari Jumat dalam rangka memperingati hari libur nasional Juneteenth.(*)