KABARBURSA.COM - Hari ini, dua emiten), yakni PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Agenda ini berpotensi menjadi katalis pergerakan saham apabila terdapat keputusan strategis yang diumumkan di luar agenda formal.
ERAA menggelar RUPS pada pukul 10.00 WIB di Erajaya Plaza, Jakarta Barat. Perseroan membawa lima agenda utama, mulai dari persetujuan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan, pengesahan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan kantor akuntan publik untuk audit tahun buku 2026, hingga perubahan susunan pengurus perseroan.
Bagi investor, agenda penggunaan laba bersih menjadi salah satu yang paling dinantikan. Pasalnya, keputusan mengenai pembagian dividen ataupun penetapan laba ditahan akan menjadi sinyal penting mengenai strategi manajemen dalam menjaga keseimbangan antara penghargaan kepada pemegang saham dan kebutuhan ekspansi bisnis ke depan.
ERAA selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam distribusi perangkat elektronik dan telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan juga terus memperluas lini bisnis melalui diversifikasi produk, pengembangan jaringan ritel, hingga penguatan ekosistem digital.
Karena itu, keputusan mengenai alokasi laba sering kali menjadi cerminan arah strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri teknologi yang terus berubah.
Pergerakan saham ERAA masih berada dalam tekanan. Pada perdagangan terakhir, Jumat, 26 Juni 2026, saham ERAA ditutup melemah 0,56 persen ke level Rp358 per saham dari posisi sebelumnya Rp360.
Aktivitas investor asing juga masih mencatatkan arus keluar bersih sekitar Rp586,58 juta, dengan nilai pembelian asing mencapai Rp5,71 miliar dan penjualan asing sebesar Rp6,30 miliar.
Tekanan tersebut memang belum bisa dijadikan indikator bahwa pasar bersikap negatif terhadap RUPS. Dalam banyak kasus, investor cenderung memilih bersikap wait and see menjelang rapat pemegang saham, terutama ketika belum terdapat informasi mengenai potensi aksi korporasi baru maupun besaran dividen yang akan dibagikan.
Siang hari, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menggelar RUPST mulai pukul 14.00 WIB.
Agenda yang dibawa DEWA juga relatif standar untuk sebuah rapat tahunan, yakni persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, penunjukan auditor independen, serta perubahan atau penetapan kembali susunan pengurus perseroan.
Meski terdengar administratif, RUPS DEWA memiliki daya tarik tersendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, saham DEWA menjadi salah satu emiten yang cukup aktif diperdagangkan, baik oleh investor ritel maupun pelaku pasar yang berorientasi pada momentum.
Tingginya aktivitas transaksi membuat setiap informasi baru dari perseroan berpotensi mempengaruhi sentimen jangka pendek.
Pada perdagangan terakhir, saham DEWA ditutup di level Rp306 atau turun 6,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Saham ini sempat bergerak di rentang Rp296 hingga Rp330 dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp214,8 miliar dan volume perdagangan sekitar 704 juta saham.
Angka tersebut menunjukkan bahwa minat transaksi terhadap DEWA masih tergolong tinggi meskipun harga saham sedang mengalami koreksi.
Agenda penggunaan laba juga tidak kalah penting. Apabila perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen atau menyampaikan strategi pemanfaatan laba yang dinilai mampu meningkatkan nilai perusahaan, respons pasar berpotensi menjadi lebih positif.
Sebaliknya, apabila tidak ada kejutan berarti dari hasil RUPS, pergerakan saham kemungkinan masih akan lebih dipengaruhi oleh sentimen teknikal dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Yang menarik, baik ERAA maupun DEWA sama-sama memasukkan agenda perubahan susunan pengurus dalam rapat tahunannya. Agenda ini sering kali dipandang sebagai formalitas, tetapi tidak jarang menjadi pintu masuk perubahan strategi perusahaan.
Pergantian direksi dapat membawa fokus baru terhadap efisiensi operasional, ekspansi bisnis, transformasi digital, maupun penguatan tata kelola perusahaan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.