Logo
>

Tergerus Tekanan Jual, 10 Saham ini Alami Koreksi Terdalam Sepekan

Di tengah proyeksi IHSG hari ini yang rawan koreksi ke level 5.723, 10 saham top losers seperti LUCY, UDNG, dan KING terpantau anjlok.

Ditulis oleh Syahrianto
Tergerus Tekanan Jual, 10 Saham ini Alami Koreksi Terdalam Sepekan
Gelombang koreksi yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menyeret kejatuhan sejumlah portofolio saham di lantai bursa. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Gelombang koreksi yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menyeret kejatuhan sejumlah portofolio saham di lantai bursa. 

Berdasarkan data perdagangan bursa sepekan terakhir, kelompok saham top losers ini mencatatkan penurunan harga yang sangat tajam hingga puluhan persen, akibat dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) serta tekanan distribusi yang masif di pasar reguler.

Berdasarkan data performa imbal hasil mingguan, emiten pengelola kelab malam PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) memimpin jajaran saham dengan kinerja terburuk setelah anjlok hingga 38,87 persen, parkir di level Rp920 per lembar. 

Tren pelemahan ini diikuti oleh UDNG yang merosot 33,33 persen ke harga Rp1.250, serta emiten KING yang terkoreksi dalam sebesar 27,27 persen menuju level Rp304 per saham.

Daftar sepuluh besar saham dengan penurunan terdalam harian juga diramaikan oleh sektor periklanan media dan emiten energi komoditas raksasa. 

Berikut adalah rincian lengkap performa top losers bursa berdasarkan rangkuman sepekan terakhir.

  • LUCY: Harga Rp920, turun 38,87 persen
  • UDNG: Harga Rp1.250, turun 33,33 persen
  • KING: Harga Rp304, turun 27,27 persen
  • FORU: Harga Rp2.760, turun 26,79 persen
  • IFSH: Harga Rp1.155, turun 25,72 persen
  • ENRG: Harga Rp1.040, turun 25,45 persen
  • BRMS: Harga Rp498, turun 24,55 persen
  • FUJI: Harga Rp206, turun 23,13 persen
  • MSIE: Harga Rp81, turun 22,86 persen
  • FLMC: Harga Rp69, turun 21,59 persen

Pelemahan tajam dari deretan emiten di atas memperlihatkan adanya tekanan jual jangka pendek yang cukup kuat, memaksa para trader dan investor harian untuk sementara waktu mengetatkan manajemen risiko (stop loss) guna menghindari potensi kerugian portofolio yang lebih dalam.

IHSG Hari ini Rawan Lanjut Koreksi ke 5.723

Sejalan dengan rontoknya saham-saham top losers tersebut, para pelaku pasar harian tetap wajib waspada karena pergerakan IHSG secara umum diperkirakan masih dibayangi oleh risiko tekanan jual harian pada awal pekan ini. 

Berdasarkan laporan riset bertajuk MNCS Daily Scope Wave edisi Senin, 29 Juni 2026, pergerakan indeks domestik harian dinilai rawan untuk kembali mengalami penurunan setelah sempat terkoreksi tajam pada akhir pekan sebelumnya. 

Analis melihat adanya potensi pengujian batas bawah baru untuk mengukur kekuatan daya serap pasar.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengungkapkan, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. 

Struktur teknikal ini mengindikasikan bahwa pergerakan indeks harian rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area support terdekat di level 5.723 hingga 5.784. 

Penembusan area ini akan membawa indeks menuju batas support kuat berikutnya di posisi 5.594.

Meskipun laju indeks harian cenderung defensif, Herditya menyebut peluang untuk melakukan pembalikan arah jangka pendek (technical rebound) masih tetap terbuka. Penguatan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan akan menguji rentang area resistance terdekat di level 5.912 hingga 5.937. 

Jika pergerakan harian mampu menembus area tersebut, target batas atas berikutnya berada pada kisaran level 6.286 sampai 6.459.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.