Logo
>

Elnusa (ELSA) Garap Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun Dekat IKN

PT Elnusa Tbk resmi membangun Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur memperkuat hilirisasi energi nasional.

Ditulis oleh Syahrianto
Elnusa (ELSA) Garap Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun Dekat IKN
PT Elnusa Tbk (ELSA) membangun Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur untuk memperkuat fondasi hilirisasi energi nasional. (Foto: Dok. Elnusa)

KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) membangun Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur untuk memperkuat fondasi hilirisasi energi nasional. 

Langkah strategis anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini diambil guna memenuhi kebutuhan infrastruktur pasokan yang andal. Pembangunan fasilitas modern tersebut dirancang untuk menyokong ketahanan energi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menyatakan bahwa proyek infrastruktur ini mencerminkan langkah nyata transformasi bisnis korporasi. 

Menurut Andri, emiten berkode saham ELSA ini tidak lagi hanya fokus pada sektor jasa hulu migas. 

"Proyek ini bukti nyata kemampuan Elnusa mengintegrasikan kompetensi engineering, konstruksi, teknologi digital, dan HSSE," kata Andri dalam keterbukaan informasi, Jumat, 19 Juni 2026.

Andri menambahkan bahwa Terminal Terpadu Palaran memiliki peran vital bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Fasilitas ini berfungsi sebagai penggerak utama bagi perkembangan industri dan percepatan hilirisasi energi di Kalimantan Timur. 

Pihak manajemen memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan standar keselamatan operasional yang ketat. "Keberadaan Terminal Terpadu Palaran memperkuat distribusi energi dan menjadi enabler mendukung ekosistem IKN," kata Andri.

Megaproyek ini merupakan bagian dari program pembangunan tiga tangki operasional bahan bakar minyak di Indonesia. Fasilitas baru ini masuk daftar 13 Proyek Hilirisasi Strategis Tahap II senilai Rp116 triliun. 

Acara peletakan batu pertama proyek strategis ini telah diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada April 2026. Operasional tangki penyimpanan ini nantinya dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku penyalur energi nasional.

Terminal Terpadu Palaran dirancang mencakup pembangunan 12 tangki penyimpanan bahan bakar minyak dengan kapasitas total 37.500 kiloliter. Infrastruktur ini juga dilengkapi dermaga berkapasitas 7.500 DWT serta sistem perpipaan yang terintegrasi penuh. 

Elnusa turut membangun fasilitas pengisian truk beserta berbagai sarana penunjang keselamatan kerja berstandar tinggi. Pembangunan tangki ini berjalan bersamaan dengan terminal di Biak dan Maumere guna memperkuat distribusi Indonesia Timur.

Andri menegaskan bahwa upaya menjaga ketahanan energi nasional membutuhkan ketersediaan infrastruktur modern. Perseroan berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam membangun fondasi distribusi yang efisien di seluruh wilayah operasional. 

"Melalui Proyek Terminal Terpadu Palaran, Elnusa berkontribusi dalam membangun fondasi distribusi energi yang lebih kuat," kata Andri.

Andri menjelaskan bahwa infrastruktur yang andal akan menjadi pendorong utama bagi terciptanya kemandirian energi nasional. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pasokan bagi pelaku usaha dan masyarakat secara berkelanjutan. 

Elnusa memastikan kesiapan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi mutakhir pada setiap proyek infrastruktur energi. 

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kontribusi melalui solusi energi terintegrasi berbasis teknologi dan inovasi," kata Andri.

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan, Elnusa bertindak sebagai pimpinan konsorsium bersama PT Pamitra Jaya Konstruksi. Konsorsium ini bertanggung jawab penuh mengelola seluruh tahapan proyek dari awal hingga proses sertifikasi fasilitas selesai. 

Cakupan pekerjaan meliputi perancangan teknik, keamanan proses, pengadaan material strategis, hingga pelaksanaan konstruksi dari berbagai disiplin ilmu. 

Pengerjaan proyek berskala besar ini menjadi ajang pembuktian kapabilitas layanan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi terintegrasi korporasi.

Emiten jasa energi ini mengimplementasikan berbagai teknologi digital modern untuk meningkatkan efisiensi operasional di Terminal Palaran. Beberapa sistem canggih yang diterapkan meliputi Terminal Automation System serta fitur Automated Tank Gauging. 

Penerapan teknologi pencampuran biosolar langsung, sistem metering digital, dan sistem keselamatan terintegrasi membuat pengelolaan menjadi lebih akurat. Pemanfaatan sistem digital ini juga menjamin aspek keamanan, transparansi, serta efektivitas pengelolaan distribusi energi secara berkelanjutan.

Kompleks terminal baru ini akan terhubung langsung dengan jaringan pipa distribusi minyak bumi rute Balikpapan menuju Samarinda. Integrasi sarana pipa, dermaga, dan sistem pengisian truk dirancang untuk memperkuat fleksibilitas rantai pasok regional Kalimantan Timur. 

Hubungan antarmoda ini disiapkan guna mendukung pertumbuhan konsumsi energi seiring meningkatnya aktivitas investasi industri manufaktur setempat. Pihak manajemen optimistis infrastruktur ini mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak di masa depan.

Konstruksi fisik terminal ini dijalankan dengan mengadopsi prinsip keberlanjutan serta penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Elnusa meminimalkan dampak lingkungan melalui penggunaan kendaraan listrik operasional di seluruh area kerja Terminal Terpadu Palaran. 

Perusahaan juga berkomitmen memberdayakan tenaga kerja lokal serta melibatkan vendor penyedia jasa dari daerah sekitar proyek. Pendekatan operasional ramah lingkungan ini dijalankan untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.