Logo
>

Harga Berfluktuasi, Segmen Emas Masih Rajai Pendapatan Antam (ANTM)

Harga saham turun lebih dari 3 persen, namun laba dan penjualan ANTM justru melesat, didorong dominasi emas dan lonjakan volume nikel serta bauksit.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Berfluktuasi, Segmen Emas Masih Rajai Pendapatan Antam (ANTM)
Segmen penjualan emas masih merajai pendapatan Antam. Namun, kinerja sahamnya bergerak melemah dengan tekanan yang belum mereda. (Foto: dok Aneka Tambang)

KABARBURSA.COM – Meski harga emas global bergerak dengan sangat cepat, namun segmen ini masih menjadi raja bagi pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Sebanyak 83 persen pendapatan Antam merupakan kontribusi dari penjualan emas.

Angka-angka fundamental membawa ANTM bergerak sangat stabil. Sepanjang 2025, laba bersih tercatat Rp7,92 triliun, melonjak 106 persen secara tahunan, dengan penjualan mencapai Rp84,64 triliun. 

Kinerja ini ditopang oleh lonjakan volume bijih nikel yang mencetak rekor satu dekade, serta kontribusi komoditas lain seperti bauksit dan emas.

Momentum tersebut berlanjut ke awal 2026. Pada kuartal I, ANTM membukukan laba bersih Rp3,66 triliun, naik 58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih juga tumbuh 12 persen menjadi Rp29,32 triliun.

Catatan tersebut membawa laba usaha meningkat 67 persen ke Rp4,50 triliun, dengan segmen emas mendominasi hingga 81 persen dari total penjualan.

Volume Penjualan Meningkat

Dari sisi operasional, volume penjualan menunjukkan ekspansi yang cukup merata di beberapa lini. Penjualan alumina tercatat naik 11 persen menjadi 49.072 ton, begitu pula dengan bauksit yang meningkat 9 persen ke 593.476 wmt.

Sementara, penjualan emas mencapai 8.464 kg. Dan di saat yang sama, penjualan bijih nikel mencapai 3,40 juta wmt. Volume ini menjaga posisi komoditas ini sebagai salah satu penggerak utama pendapatan.

Selain kinerja bisnis, ANTM juga menggelontorkan dana Rp227,30 miliar untuk program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sepanjang 2025. Program tersebut mencakup pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan, hingga intervensi kesehatan seperti G-BEST.

Program ini berhasil mencatatkan penurunan prevalensi stunting menjadi 17 persen. Sedangkan di sektor UMKM, penyaluran dana Rp4,1 miliar menjangkau 485 mitra binaan baru.

Harga Saham Tergerus

Namun, solidnya fundamental tidak diimbangin dengan pergerakan saham. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menutup April 2026 dengan koreksi tajam 3,61 persen. Harga kini berada di 3.740, turun 140 poin dari posisi sebelumnya 3.880. 

Sepanjang sesi, saham sempat dibuka di 3.900 dan menyentuh level tertinggi 3.910, sebelum tekanan jual mendorongnya turun hingga 3.600, lalu ditutup sedikit di atas area tersebut.

Tekanan di pasar terlihat cukup konsisten sejak awal sesi. Grafik intraday bahkan menunjukkan penurunan bertahap hingga menjelang tengah hari, sebelum akhirnya muncul upaya pemulihan di sesi kedua. 

Namun, rebound tersebut belum cukup kuat untuk membawa harga kembali ke zona awal, menandakan tekanan distribusi masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

Kondisi ini membuat ANTM berada dalam fase yang menarik untuk dicermati. Harga saham bergerak turun di tengah data kinerja yang meningkat, sementara aktivitas perdagangan menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. 

Pergerakan berikutnya akan banyak ditentukan oleh bagaimana pasar merespons kombinasi antara kinerja fundamental yang kuat dan tekanan teknikal yang masih berlangsung.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79