Logo
>

Harga Emas Naik Rp29.000 per Gram, Target Global Turun

Harga emas domestik naik tipis dalam sepekan, Antam tetap tertinggi, sementara Galeri24 dan UBS bersaing ketat di tengah tren global yang menguat.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Emas Naik Rp29.000 per Gram, Target Global Turun
Meskipun tipis, harga emas terus mengalami kenaikan. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pergerakan harga emas sepanjang pekan kedua April 2026 membentuk pola yang tidak sepenuhnya linear, baik di pasar domestik maupun global. Di satu sisi, harga bergerak dalam rentang sempit dengan perubahan harian yang fluktuatif, namun di sisi lain tetap mencatatkan kenaikan dalam skala mingguan.

Di pasar domestik, harga emas batangan pada Minggu, 12 April 2026 menunjukkan perbedaan yang cukup lebar antar produsen. Emas Antam masih berada di level tertinggi dengan harga Rp2.860.000 per gram, sementara Galeri24 di Rp2.876.000 dan UBS di Rp2.890.000 untuk denominasi 1 gram. 

Perbedaan ini mencerminkan variasi struktur biaya, distribusi, serta tingkat likuiditas masing-masing produk di pasar.

Dalam struktur harga, Antam tetap menjadi acuan utama karena tingkat likuiditas dan penerimaan pasar yang lebih luas. Namun, Galeri24 dan UBS mulai menunjukkan posisi kompetitif, terutama pada denominasi tertentu yang menawarkan harga lebih rendah. 

Hal ini membuat pasar emas domestik tidak lagi bergerak dalam satu referensi harga tunggal, melainkan dalam beberapa lapisan harga yang saling bersaing.

Emas Antam Naik Tipis

Jika ditarik dalam pergerakan sepekan, harga emas Antam mencatat kenaikan tipis sebesar Rp29.000, dari Rp2.831.000 pada awal pekan menjadi Rp2.860.000 pada akhir pekan. Kenaikan ini tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui pergerakan naik-turun harian yang cukup aktif. 

Pada Rabu, 8 April 2026, harga sempat melonjak ke Rp2.900.000 sebelum kembali terkoreksi pada hari berikutnya dan stabil menjelang akhir pekan.

Sementara itu, harga emas Galeri24 bergerak lebih fluktuatif dalam rentang yang lebih sempit. Secara keseluruhan, kenaikan mingguan hanya sekitar Rp6.000, dari Rp2.870.000 menjadi Rp2.876.000 per gram. 

Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun arah harga cenderung naik, tekanan jual dan penyesuaian harga tetap terjadi dalam skala harian.

Di sisi buyback, tren yang terbentuk juga menunjukkan kenaikan. Harga buyback Antam naik Rp77.000 dalam sepekan menjadi Rp2.627.000 per gram, sementara Galeri24 naik Rp5.000 menjadi Rp2.697.000. 

Kenaikan buyback ini menunjukkan adanya penyesuaian terhadap harga pasar, sekaligus mencerminkan permintaan yang masih terjaga di pasar sekunder.

Harga Global Mulai Dekati USD5.000

Pergerakan domestik ini berjalan seiring dengan dinamika harga emas global yang juga mencatat penguatan mingguan. Emas spot berada di level USD4.761,79 per ons dan telah naik hampir 2 persen sepanjang pekan. 

Meskipun sempat mengalami tekanan intraday, struktur harga menunjukkan pembentukan level yang semakin tinggi dari hari ke hari.

Kenaikan ini terjadi di tengah kombinasi beberapa faktor yang berjalan bersamaan. Melemahnya dolar AS menjadi salah satu pendorong utama, karena membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. 

Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang mulai mereda setelah gencatan senjata sementara antara AS dan Iran memberikan ruang bagi perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.

Namun, faktor inflasi tetap menjadi penahan pergerakan yang lebih agresif. Data menunjukkan bahwa inflasi AS meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, membatasi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. 

Kondisi ini menciptakan keseimbangan yang unik, di mana emas mendapat dukungan dari sentimen geopolitik dan pelemahan dolar, tetapi tetap dihadapkan pada tekanan dari lingkungan suku bunga yang tinggi.

Perak Menguat, Platinum dan Palladium Melemah

Di pasar global, pergerakan logam lain juga menunjukkan arah yang beragam. Perak menguat 1,6 persen, sementara platinum dan palladium masing-masing melemah 2,3 persen dan 1,9 persen, meskipun secara keseluruhan masih mencatat kenaikan mingguan. 

Hal ini mencerminkan bahwa pergerakan logam tidak sepenuhnya seragam, melainkan dipengaruhi oleh karakter permintaan masing-masing komoditas.

Jika disandingkan antara pasar domestik dan global, terlihat bahwa arah pergerakan berjalan seiring, tetapi dengan intensitas yang berbeda. Harga emas di dalam negeri bergerak lebih stabil dengan kenaikan terbatas, sementara di pasar global terbentuk tren naik yang lebih jelas dalam skala mingguan.

Dalam keseluruhan periode ini, harga emas tidak bergerak dalam lonjakan besar, tetapi dalam pola bertahap yang terbentuk dari perubahan kecil setiap harinya. Dari fluktuasi harian hingga kenaikan mingguan, seluruh pergerakan tersebut membentuk satu rangkaian yang mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi faktor global yang terus berubah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79