Logo
>

IHSG Berkutat di Zona Merah Usai Dibuka Melemah ke Level 6.172

Pelemahan indeks terjadi di tengah aktivitas beli investor asing yang masih cukup besar. Berdasarkan data perdagangan pagi ini, nilai beli asing (foreign buy) mencapai Rp11,81 triliun, sementara nilai jual asing (foreign sell) tercatat Rp9,30 triliun.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Berkutat di Zona Merah Usai Dibuka Melemah ke Level 6.172
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Fadli)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, di zona merah. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat turun 48,18 poin atau 0,77 persen ke level 6.172,56.

Pelemahan indeks terjadi di tengah aktivitas beli investor asing yang masih cukup besar. Berdasarkan data perdagangan pagi ini, nilai beli asing (foreign buy) mencapai Rp11,81 triliun, sementara nilai jual asing (foreign sell) tercatat Rp9,30 triliun. Dengan demikian, pasar saham Indonesia masih membukukan net foreign buy sebesar Rp2,51 triliun di seluruh pasar.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.170 hingga 6.197. Total volume transaksi mencapai 3,88 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp308,56 miliar dari 47.150 transaksi.

Mayoritas sektor saham bergerak di zona merah dan menjadi penekan utama indeks. Sektor infrastruktur memimpin pelemahan dengan turun 1,12 persen. Disusul sektor bahan baku atau basic materials yang melemah 0,74 persen, sektor keuangan turun 0,61 persen, sektor energi terkoreksi 0,55 persen, sektor transportasi melemah 0,43 persen, sektor perindustrian turun 0,36 persen, serta sektor barang konsumsi primer atau non-cyclical yang terkoreksi 0,02 persen.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor kesehatan atau healthcare menguat 0,30 persen, sedangkan sektor properti naik tipis 0,09 persen.

Dari jajaran saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi atau top gainers, PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) memimpin dengan lonjakan 24,66 persen ke harga Rp1.390 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) yang menguat 24,59 persen menjadi Rp760 per saham.

Kemudian PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), emiten distribusi bahan bangunan dan barang konsumsi, naik 20,28 persen ke level Rp344. PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) juga menguat 15,69 persen ke harga Rp118. Sementara itu PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) naik 15 persen ke posisi Rp115 per saham.

Sebaliknya, sejumlah saham berkapitalisasi besar masuk dalam daftar top losers pada awal perdagangan. PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) memimpin pelemahan setelah turun 8,06 persen menjadi Rp171 per saham. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) terkoreksi 7,53 persen ke level Rp172.

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), perusahaan yang bergerak di sektor hiburan dan gaya hidup, melemah 6,91 persen ke harga Rp1.550 per saham. PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten jasa energi yang tergabung dalam Grup Pertamina, turun 6,50 persen menjadi Rp575 per saham.

Adapun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga masuk dalam daftar saham dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 6,42 persen ke level Rp2.770 per saham.

Adapun diberitakan sebelumnya, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan yang terjadi saat ini masih merupakan bagian dari fase koreksi jangka pendek sebelum indeks berupaya melanjutkan penguatan.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.113-6.176,” ujar Herditya dalam riset hariannya, Kamis, 18 Juni 2026.

Dengan proyeksi tersebut, IHSG masih memiliki peluang bergerak menuju area 6.476 hingga 6.577 apabila tekanan jual mulai mereda. Namun, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan indeks kembali terkoreksi ke rentang 6.113 sampai 6.176 sebelum menemukan pijakan yang lebih kuat.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".