Logo
>

IHSG Hijau Pasca Keputusan MSCI, tapi Asing Masih Net Sell

Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market mendorong penguatan IHSG, meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih lebih dari Rp311 miliar.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Hijau Pasca Keputusan MSCI, tapi Asing Masih Net Sell
Ilustrasi aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Infonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, di zona hijau setelah MSCI memutuskan mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Emerging Market dalam Market Classification Review 2026. Sentimen tersebut mendorong optimisme pelaku pasar di tengah penantian arah arus modal asing dan prospek reformasi pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data perdagangan pada sesi I, IHSG menguat 28,13 poin atau 0,46 persen ke level 6.129,46. Sepanjang sesi awal perdagangan, indeks sempat bergerak naik hingga mendekati level 6.160 sebelum mengalami profit taking terbatas dan bertahan di area 6.130.

Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell. Data pasar menunjukkan nilai pembelian asing mencapai Rp5,61 triliun, sementara penjualan asing tercatat Rp5,93 triliun. Dengan demikian, net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp311,60 miliar, sedangkan di pasar reguler mencapai Rp348,13 miliar.

Penguatan IHSG pagi ini didorong oleh mayoritas sektor yang bergerak positif. Sektor industrial menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan 1,69 persen.

Disusul sektor keuangan yang naik 1,40 persen, sektor transportasi dan logistik menguat 0,42 persen, sektor properti naik 0,39 persen, sektor barang konsumsi primer bertambah 0,38 persen, sektor kesehatan naik 0,23 persen, dan sektor infrastruktur menguat 0,12 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor bahan baku terkoreksi 0,70 persen, sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,28 persen, sektor energi melemah 0,26 persen, dan sektor teknologi turun tipis 0,04 persen.

Sentimen positif dari keputusan MSCI turut mendorong pergerakan sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers pada perdagangan pagi. Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), emiten pelayaran dan jasa pendukung industri migas, melesat 15,13 persen ke level 137.

Kenaikan juga terjadi pada saham PT Natura City Developments Tbk (CITY), emiten pengembang properti, yang menguat 15,09 persen ke posisi 183. Saham PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK), perusahaan pengelola jaringan restoran dan bisnis makanan-minuman, naik 14,10 persen menjadi 356.

Selanjutnya, saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), produsen peralatan logam dan furnitur industri, menguat 11,95 persen ke level 356. Sementara itu, saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), emiten properti yang fokus pada pengembangan kawasan hunian dan komersial, naik 10,71 persen ke posisi 62.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan jual. Saham PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), perusahaan penyedia menara telekomunikasi dan infrastruktur digital, terkoreksi 12,20 persen ke level 1.295. Saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), emiten sektor hiburan dan restoran, turun 9,84 persen ke posisi 1.100.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Tira Austenite Tbk (TIRA), perusahaan perdagangan dan distribusi bahan industri, yang melemah 7,63 persen ke level 605.

Saham PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), emiten produsen gas industri, turun 6,03 persen menjadi 109. Adapun saham PT Murni Sadar Tbk (MTMH), perusahaan layanan rumah sakit dan kesehatan, melemah 5,94 persen ke posisi 950.

Pelaku pasar menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia di kelompok Emerging Market menjadi sentimen positif bagi kepercayaan investor global.

Status tersebut dinilai penting karena menjaga Indonesia tetap berada dalam radar berbagai dana investasi internasional yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan penempatan portofolio.

Meski demikian, pasar masih akan mencermati respons investor asing dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah MSCI kembali menyoroti sejumlah aspek aksesibilitas pasar Indonesia dalam laporan tinjauan tahunannya.

Pergerakan nilai tukar rupiah, arah suku bunga global, serta perkembangan geopolitik juga diperkirakan tetap menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG jangka pendek.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas mencatat IHSG pada perdagangan sebelumnya terkoreksi 0,25 persen ke level 6.101 namun masih bertahan di atas indikator MA20 dengan munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari gelombang (B), tetapi tetap mewaspadai potensi koreksi lanjutan untuk menguji area 5.723 hingga 5.972 sebelum berpeluang menguat ke kisaran 6.548 sampai 6.782. Adapun level support berada di 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance berada pada 6.286 dan 6.459. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".