KABARBURSA.COM – PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) menjadwalkan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 pada 22 Juli 2026. Pembagian dividen tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan laba bersih Perseroan yang mencapai 35,99 persen secara tahunan pada kuartal I 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 1 Juli 2026 berhak menerima dividen yang akan dibayarkan pada 22 Juli 2026.
Diamond Food Indonesia menetapkan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026.
Sementara itu, cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 1 Juli 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 2 Juli 2026. Adapun recording date ditetapkan pada 1 Juli 2026.
Perseroan menjelaskan pembayaran dividen kepada pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan dilakukan melalui KSEI.
Sementara bagi pemegang saham yang belum masuk dalam penitipan kolektif, pembayaran dilakukan melalui pemindahbukuan ke rekening yang telah didaftarkan kepada Biro Administrasi Efek.
Laba dan Pendapatan Bertumbuh
Di tengah agenda pembagian dividen tersebut, emiten consumer goods ini mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tiga bulan pertama 2026.
Berdasarkan data keuangan perusahaan, laba bersih DMND pada kuartal I 2026 mencapai Rp70 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52 miliar. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan laba bersih secara tahunan tercatat sebesar 35,99 persen.
Tidak hanya laba, pendapatan produsen es krim dan produk susu tersebut juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan kuartal I 2026 meningkat 23,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan dan laba tersebut menjadi salah satu indikator yang dicermati investor dalam menilai kemampuan perusahaan menjaga kinerja bisnis sekaligus mempertahankan kebijakan pembagian keuntungan kepada pemegang saham.
Performa DMND di Lantai Bursa
Di pasar saham, kinerja harga saham DMND masih bergerak terbatas sepanjang tahun berjalan. Pada perdagangan Rabu pagi, saham DMND berada di level Rp620 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp5,87 triliun.
Secara year to date (YTD), saham emiten makanan dan minuman tersebut tercatat melemah 14,48 persen. Dalam enam bulan terakhir, saham DMND turun 16,78 persen.
Meski demikian, dalam periode satu tahun saham DMND masih membukukan kenaikan tipis 0,81 persen. Sementara dalam horizon tiga tahun dan lima tahun, masing-masing terkoreksi 24,39 persen dan 27,49 persen.
Valuasi dan Neraca Keuangan
Dari sisi valuasi, saham Diamond Food Indonesia diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) trailing 13,05 kali dan price to book value (PBV) 0,89 kali.
Perseroan juga memiliki struktur permodalan yang relatif konservatif. Debt to equity ratio (DER) tercatat sebesar 0,04 kali dengan current ratio mencapai 3,47 kali.
Selain itu, dividend yield trailing tercatat sekitar 1,29 persen dengan payout ratio sebesar 25,25 persen.
Data tersebut menunjukkan emiten makanan dan minuman ini tetap menjaga posisi keuangan yang solid di tengah upaya mempertahankan pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen kepada pemegang saham.(*)