KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, di zona hijau setelah menguat 17,74 poin atau 0,31 persen ke level 5.660,94 pada pembukaan sesi pertama. Kenaikan ini menjadi angin segar setelah sehari sebelumnya IHSG terkoreksi lebih dari 3 persen akibat tekanan jual yang cukup besar di pasar.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup ramai. Nilai transaksi telah mencapai sekitar Rp302,69 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 2,81 juta lot dari lebih dari 37 ribu kali transaksi. Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sekitar Rp1,04 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor energi menjadi pemimpin kenaikan dengan menguat 0,67 persen, didukung optimisme terhadap saham-saham berbasis komoditas.
Di posisi berikutnya, sektor bahan baku atau basic materials naik 0,54 persen, disusul sektor barang konsumsi siklikal sebesar 0,33 persen dan sektor kesehatan yang juga menguat 0,33 persen.
Selain itu, sektor properti bertambah 0,15 persen, sektor infrastruktur naik 0,14 persen, sektor industri menguat 0,09 persen, serta sektor teknologi naik tipis 0,07 persen.
Di sisi lain, tekanan masih terjadi pada sejumlah sektor. Sektor transportasi menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan penurunan 0,83 persen. Sektor barang konsumsi primer atau non-cyclical melemah 0,40 persen, sementara sektor keuangan turun 0,15 persen.
Pergerakan saham pada awal perdagangan juga menunjukkan minat beli yang cukup besar pada sejumlah emiten berkapitalisasi kecil. PT Multitrend Indo Tbk dengan kode saham BABY yang bergerak di sektor consumer cyclicals menjadi top gainer setelah melonjak 23,03 persen ke level Rp187 per saham.
Di posisi kedua terdapat PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), emiten sektor transportasi dan logistik, yang naik 16,77 persen menjadi Rp1.845 per saham. Selanjutnya, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dari sektor transportasi menguat 12,95 persen ke level Rp436.
Kenaikan juga dibukukan PT Semacom Integrated Tbk (SEMA), perusahaan sektor teknologi, yang bertambah 12,77 persen ke posisi Rp106 per saham. Sementara itu, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), emiten sektor teknologi yang bergerak di bidang perdagangan digital, menguat 11,69 persen ke level Rp86.
Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), emiten rumah sakit di sektor kesehatan, menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah turun 12,94 persen ke level Rp875 per saham.
PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), perusahaan sektor industri, terkoreksi 11,54 persen ke level Rp184. Kemudian PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), emiten sektor energi, melemah 9,94 persen menjadi Rp163.
Saham PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) dari sektor properti turun 8,90 persen ke level Rp266. Adapun PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), emiten sektor consumer cyclicals yang bergerak di bisnis hiburan dan restoran, melemah 8,55 persen menjadi Rp695 per saham.
Meski berhasil dibuka menguat, pelaku pasar masih mewaspadai arah pergerakan IHSG mengingat investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dalam jumlah besar. Pergerakan indeks selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen global, harga komoditas, serta aksi beli investor domestik terhadap saham-saham unggulan.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai IHSG sebelumnya terkoreksi 3,05 persen ke level 5.643 dan masih didominasi tekanan jual. Menurut analis MNC Sekuritas, koreksi tersebut telah menembus target yang sebelumnya diperkirakan.
Dalam skenario terbaik, posisi IHSG saat ini masih merupakan bagian dari gelombang (b) pada skenario hitam sehingga masih berpeluang menguji area 5.472 hingga 5.540. Namun, investor juga diminta mencermati skenario merah yang menunjukkan IHSG berpotensi memasuki awal gelombang 3. MNC Sekuritas menetapkan area support di 5.486 dan 5.317, sedangkan resistance berada pada level 6.007 dan 6.286. (*)