KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Senin, 15 Desember 2025 dibuka di zona hijau atau di atas level 8.700. Meski begitu, tidak semua saham ikut berpesta.
Ketika investor asing memborong saham blue chip, deretan saham lapis bawah justru ambruk hingga puluhan persen dalam sepekan. Hingga sesi perdagangan berjalan, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp7,53 triliun, dengan volume perdagangan lebih dari 47 miliar saham dan frekuensi transaksi yang tergolong aktif.
Aliran dana asing yang masuk ke pasar saham mendorong pergerakan indeks tetap berada di zona hijau. Namun, penguatan tersebut tidak diikuti secara merata oleh seluruh saham di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan pasar menunjukkan perbedaan arah antara saham-saham blue chip dan saham lapis bawah.
Sejumlah saham berkapitalisasi kecil justru mencatatkan kinerja terburuk dalam sepekan terakhir, meskipun IHSG bergerak menguat. Saham dengan penurunan terdalam dipimpin PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) yang melemah sekitar 37,7 persen dalam sepekan.
Tekanan jual juga dialami PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) yang terkoreksi sekitar 37,1 persen, serta PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang turun sekitar 32,5 persen.
Selanjutnya, PT Green Power Group Tbk (LABA) tercatat melemah sekitar 28,2 persen, diikuti PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) yang turun sekitar 27,7 persen.
Tekanan juga masih terlihat pada PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) yang terkoreksi sekitar 19,8 persen, serta PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang melemah sekitar 19,2 persen dalam sepekan terakhir.
Di sisi lain, sejumlah saham justru mencatatkan kinerja terbaik dalam sepekan, ditopang lonjakan harga yang signifikan. Penguatan tertinggi dipimpin PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang melesat sekitar 171,4 persen.
Kenaikan tajam juga dicatat PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang menguat sekitar 141 persen, serta PT Citatah Tbk (CTTH) yang naik sekitar 134 persen dalam sepekan.
Penguatan signifikan turut terjadi pada PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) yang meningkat sekitar 62,6 persen, disusul PT Natura City Development Tbk (CITY) yang menguat sekitar 56 persen, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang naik sekitar 55 persen.
Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mencatatkan kenaikan di kisaran 50 persen, sementara PT Steady Safe Tbk (SAFE) serta PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menguat sekitar 45 persen dalam sepekan.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa di tengah penguatan IHSG yang ditopang nilai transaksi dan volume perdagangan yang tinggi, pasar tetap bergerak tidak seragam. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi tujuan utama aliran dana, sementara saham lapis bawah mencatatkan pergerakan yang lebih fluktuatif dalam sepekan terakhir.(*)