Logo
>

Laba BRPT Melejit 1.214 Persen, Pendapatan Tembus USD7,6 Miliar

Lonjakan kinerja BRPT ditopang segmen petrokimia yang tumbuh 293 persen serta kontribusi energi terbarukan.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba BRPT Melejit 1.214 Persen, Pendapatan Tembus USD7,6 Miliar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat lonjakan laba bersih sebesar USD1,616 miliar pada 2025 atau naik 1.214 persen secara tahunan. (Foto: Dok. Barito Pacific)

KABARBURSA.COM – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat lonjakan laba bersih sebesar USD1,616 miliar pada 2025 atau naik 1.214 persen secara tahunan. Kinerja ini didorong peningkatan pendapatan yang mencapai USD7,631 miliar serta kontribusi dari segmen petrokimia dan energi.

Direktur Utama BRPT Agus Pangestu menyatakan capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi transformasi yang dijalankan perusahaan. “Kami dengan bangga melaporkan kinerja yang kuat sepanjang 2025 yang menegaskan keberlanjutan transformasi dan pertumbuhan Barito Pacific,” ujar Agus dalam keterangan resmi, 31 Maret 2026.

Pendapatan konsolidasian BRPT meningkat 220 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD2,387 miliar. Lonjakan ini terutama berasal dari segmen petrokimia yang mencatat pendapatan USD7,020 miliar atau naik 293 persen secara tahunan.

Sementara itu, segmen energi mencatat pendapatan sebesar USD605 juta atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi dari segmen lainnya relatif stabil di level USD5 juta.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA BRPT tercatat sebesar USD2,151 miliar atau meningkat 277 persen secara tahunan. Margin EBITDA juga naik menjadi 28,19 persen dari sebelumnya 23,88 persen.

Agus menyebut peningkatan kinerja didorong oleh integrasi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. yang memperkuat lini bisnis kimia dan energi. “Kinerja ini didukung oleh keberhasilan integrasi Aster serta kontribusi dari Barito Renewables yang mencatat peningkatan kapasitas dan output,” kata dia.

Selain itu, BRPT juga mencatat peningkatan signifikan pada struktur neraca. Total aset naik 52 persen menjadi USD17,353 miliar dari USD10,533 miliar pada 2024.

Total liabilitas meningkat menjadi USD11,308 miliar atau naik 51,9 persen, sementara total ekuitas tumbuh 52,2 persen menjadi USD6,046 miliar.

Total utang tercatat sebesar USD7,687 miliar atau meningkat 39,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, rasio utang bersih terhadap ekuitas relatif stabil di level 0,77 kali.

Dari sisi operasional, peningkatan kinerja juga didukung kontribusi dari peningkatan output panas bumi serta ekspansi portofolio energi terbarukan. BRPT melalui Barito Renewables mencatat kemajuan pada proyek geothermal, termasuk peningkatan kapasitas dari unit Salak dan Wayang Windu.

Di sektor kimia, perusahaan memperkuat posisi melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini menjadi Aster Polymer Solutions dengan kapasitas HDPE sebesar 400 KTA. Langkah ini memperluas jaringan pemasaran BRPT di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia.

Selain itu, proyek pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon telah melampaui 50 persen penyelesaian dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.

Memasuki 2026, BRPT menyatakan berada pada posisi yang solid dengan dukungan kinerja operasional dan kontribusi dari berbagai inisiatif strategis. Perusahaan juga terus melanjutkan integrasi bisnis serta ekspansi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.