KABARBURSA.COM – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat laba bersih sebesar Rp1,16 triliun pada 2025 atau meningkat 22,5 persen secara tahunan. Kinerja ini didorong pertumbuhan pendapatan dan perbaikan profitabilitas di tengah transisi strategi operasional.
Presiden Direktur SILO David Utama menyatakan 2025 menjadi tahun penting dalam transformasi bisnis perusahaan. “Tahun 2025 merupakan tahun yang penting bagi Siloam seiring dimulainya implementasi strategi Next Gen Siloam,” ujar David dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 1 April 2026.
Pendapatan SILO tercatat sebesar Rp9,95 triliun atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan Rp9,45 triliun pada 2024. Pada saat yang sama, EBITDA meningkat 18,3 persen menjadi Rp2,90 triliun dengan margin EBITDA naik menjadi 29,1 persen dari 25,9 persen.
Kenaikan profitabilitas juga tercermin pada margin laba bersih yang meningkat menjadi 11,7 persen dari 10,0 persen pada tahun sebelumnya. Laba bersih kuartal IV-2025 tercatat Rp367,05 miliar atau naik 14,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dari sisi operasional, SILO mencatat jumlah rawat inap sebesar 317.900 atau turun 2,5 persen secara tahunan. Sementara itu, hari perawatan meningkat tipis 0,3 persen menjadi 1,01 juta hari, dan kunjungan rawat jalan naik 2,5 persen menjadi 4,35 juta kunjungan.
Kapasitas layanan juga bertambah dengan jumlah tempat tidur operasional mencapai 4.310 unit atau naik 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat hunian tempat tidur tercatat 64,2 persen.
David menyebut transformasi operasional menjadi kunci dalam menjaga kinerja. “Transisi menuju operating archetype yang lebih terfokus memungkinkan penyelarasan kapabilitas klinis dan sumber daya operasional,” kata dia.
Sepanjang 2025, SILO juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis melalui program Next Gen Siloam. Strategi ini mencakup penguatan ekosistem layanan kesehatan berbasis teknologi dan data untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Salah satu pengembangan dilakukan melalui peluncuran teknologi CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara di MRCCC. Teknologi ini memungkinkan integrasi pencitraan dan terapi radiasi dalam satu sistem berbasis AI untuk meningkatkan presisi dan efisiensi perawatan.
Selain itu, SILO memperluas kapasitas layanan melalui pembukaan gedung baru Siloam Hospitals Surabaya dengan kapasitas dua kali lebih besar dari sebelumnya. Fasilitas ini didukung lebih dari 200 dokter spesialis serta pengembangan pusat layanan lanjutan.
Di sisi keberlanjutan, SILO meraih EcoVadis Silver Medal 2025 yang menempatkan perusahaan dalam 15 persen teratas secara global dan 3 persen teratas di sektor layanan kesehatan.
Perusahaan juga mencatat momentum kinerja yang berlanjut hingga awal 2026. “Momentum positif hingga awal 2026 memperkuat keyakinan bahwa transisi ini mulai memberikan hasil,” ujar David.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.