KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengawali perdagangan hari ini, Senin 5 Januari 2026, dengan penguatan signifikan dan kembali mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Berdasarkan data perdagangan pagi ini, IHSG berada di level 8.787,99 atau naik 39,85 poin setara 0,46 persen.
Sejak pembukaan, indeks bergerak stabil di zona hijau dengan level terendah di 8.778,73 dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.788,90. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas transaksi di pasar reguler, mencerminkan minat beli investor yang masih kuat di awal tahun.
Total volume transaksi tercatat mencapai 10,71 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp528,46 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 95.290 kali.
Dari sisi aliran dana, investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih yang cukup agresif. Nilai foreign buy tercatat sebesar Rp6,14 triliun, sementara foreign sell sebesar Rp5,07 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,06 triliun dan net foreign buy di pasar reguler sebesar Rp1,14 triliun.
Komposisi transaksi menunjukkan peran investor domestik masih dominan dengan porsi 74,82 persen, sedangkan investor asing berkontribusi sekitar 25,18 persen. Meski demikian, derasnya dana asing yang masuk menjadi katalis penting penguatan IHSG di pagi ini.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor bergerak menguat. Sektor basic industry memimpin kenaikan dengan penguatan 1,53 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,44 persen dan sektor infrastruktur yang menguat 0,69 persen.
Sektor teknologi turut menopang indeks dengan kenaikan 0,51 persen, sementara sektor transportasi naik 0,41 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak melemah dengan penurunan 0,10 persen.
Pada jajaran saham, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi salah satu saham yang mencuri perhatian setelah naik 4,66 persen ke level 1.235.
Di kelompok top gainers, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) melonjak 24,71 persen ke 1.060, disusul PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang naik 24,54 persen ke 406, serta PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang menguat 20,65 persen ke 374.
Sementara itu, di jajaran top losers, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MINE) mencatatkan penurunan terdalam setelah turun 7,69 persen ke level 48. Tekanan jual juga terjadi pada PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) yang melemah 7,14 persen ke 585.
Dari sisi teknikal, tim analis MNCS dalam laporan MNCS Daily Scope Wave tanggal 5 Januari 2026 menyebutkan bahwa IHSG sebelumnya telah menguat 1,17 persen ke level 8.748 dan pergerakannya masih didominasi oleh volume pembelian. Penguatan tersebut dinilai telah mencapai target minimal yang disampaikan sebelumnya.
MNCS memproyeksikan terdapat beberapa skenario pergerakan lanjutan IHSG. Pada skenario terbaik, IHSG dinilai telah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5 sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji rentang 8.776 hingga 8.905. Namun pada dua skenario lainnya, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi jangka pendek terlebih dahulu.
Level support IHSG berada di area 8.584 dan 8.525, sementara resistance terdekat berada di kisaran 8.776 dan 8.822. Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diimbau tetap mencermati pergerakan indeks dan menjaga strategi manajemen risiko.(*)