KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2026 sebanyak empat emisi dari tiga emiten dengan nilai Rp216,97 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 662 emisi.
"Dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan USD134,010595 juta, diterbitkan oleh 136 emiten," ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 10 Januari 2026.
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI saat ini berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Sedangkan EBA sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.
Adapun pada pekan ini periode 5—9 Januari 2026, terdapat pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk di BEI. Pada Rabu, 7 Januari, Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 oleh PT Eagle High Plantations Tbk dengan total masing-masing Rp210.000.000.000,- dan Rp290.000.000.000,- tercatat di BEI.
"Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi dan sukuk tersebut adalah idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk," jelas Kautsar.
Kemudian pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 oleh PT Summarecon Agung Tbk mulai tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp351.960.000.000,-.
Kautsar menyampaikan, hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Selain itu, ada juga Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 oleh PT Energi Mega Persada Tbk mulai tercatat di BEI pada hari yang sama dengan total nilai nominal sebesar Rp500.000.000.000,-.
"Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk," pungkas Kautsar. (*)