KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dan berakhir di zona merah. IHSG melemah 60,45 poin atau 0,98 persen ke level 6.116,69.
Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 6.052 hingga 6.226 sebelum akhirnya gagal mempertahankan penguatan yang sempat muncul pada awal sesi. Aktivitas transaksi masih tergolong ramai dengan volume perdagangan mencapai 218,5 juta lot dan nilai transaksi sekitar Rp12,88 triliun.
Sektor energi menjadi bintang utamanya. Sektor ini naik 1,47 persen, ditopang oleh sejumlah saham batu bara dan energi seperti ADRO, HRUM, BSSR, INDY, PTBA, ITMG, MEDC, hingga PGEO.
Saham PT Timah Tbk (TINS) juga menjadi salah satu perhatian pasar. Saham emiten pelat merah ini melonjak 7,45 persen ke level Rp3.750 per saham. Kenaikan tersebut terjadi menjelang periode cum date dividen yang menjadi salah satu katalis utama pergerakan harga.
Investor tampaknya masih berburu saham TINS untuk memperoleh hak dividen yang akan dibagikan dalam beberapa pekan mendatang.
Tidak hanya TINS, saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) KIOS juga menjadi salah satu pencetak kenaikan terbesar hari ini. Saham tersebut melesat lebih dari 24 persen ke level Rp108.
Saham Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) juga berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan hampir 12 persen ke level Rp150. Kinerja positif beberapa saham lapis kedua ini menjadi bukti bahwa peluang tetap tersedia meskipun indeks sedang terkoreksi.
Namun cerita berbeda terjadi pada sektor basic industry yang menjadi sektor dengan tekanan terdalam. Indeks sektor ini turun 2,49 persen setelah dibebani aksi jual pada saham-saham seperti BRPT, TPIA, IMPC, CPIN, JPFA, hingga INKP.
Perhatian terbesar pasar tertuju pada saham-saham yang berhubungan dengan kelompok usaha Prajogo Pangestu.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu saham dengan tekanan paling besar setelah ditutup turun 6,31 persen ke level Rp1.930. Sepanjang sesi, saham ini bahkan sempat menyentuh level terendah harian di Rp1.930 dari posisi pembukaan Rp2.070.
Kondisi serupa juga terlihat pada PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham BRPT turun 6,47 persen ke level Rp1.590. Tekanan jual yang terjadi pada BRPT dan TPIA menjadi salah satu faktor utama yang menyeret sektor basic industry ke posisi terbawah pada perdagangan hari ini.
Di luar kelompok tersebut, PT Petrosea Tbk (PTRO) juga mengalami koreksi cukup dalam. Saham PTRO ditutup turun 5,16 persen ke level Rp4.040. Koreksi ini muncul setelah saham sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan.
Jika melihat struktur pasar secara keseluruhan, pelemahan IHSG hari ini tidak menunjukkan kepanikan yang meluas. Sebaliknya, pasar terlihat sedang melakukan rotasi sektor.
Investor cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham yang sudah mengalami kenaikan tajam dan mengalihkan dana ke sektor energi yang masih mendapatkan dukungan sentimen positif.
Untuk perdagangan selanjutnya, perhatian investor kemungkinan masih akan tertuju pada pergerakan sektor energi serta perkembangan saham-saham kelompok Prajogo yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu penentu arah sentimen pasar.
Jika rotasi sektor berlanjut, saham energi berpotensi tetap menjadi penopang utama IHSG, sementara sektor basic industry masih membutuhkan katalis baru untuk kembali menarik minat investor.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.