Logo
>

IHSG Tergelincir ke Level 6.094, Semua Sektor Kompak Merah

Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia gagal bertahan di zona hijau pada awal perdagangan.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
IHSG Tergelincir ke Level 6.094, Semua Sektor Kompak Merah
Ilustrasi aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Infonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar 0,37 persen atau turun 22,41 poin ke ke level 6.094 pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026.

Mengutip Stockbit, aktivitas transaksi di seluruh pasar pada sesi I pagi ini mencatatkan volume perdagangan sebesar 4,12 juta lot saham dengan nilai transaksi (value) mencapai Rp354,94 miliar dari frekuensi yang tercatat sebanyak 46,87 ribu kali.

Pelemahan IHSG di pagi ini didorong oleh merosotnya performa seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data pembukaan sesi I, tidak ada satu pun sektor yang bertahan ri zona hijau.

​Sektor Energi memimpin penurunan terdalam dengan koreksi sebesar 0,61 persen. ​Sektor Non-Cyclical menyusul di zona merah dengan pelemahan 0,53 persen.

​Sektor Finansial melemah 0,33 persen. Sementara sektor properti, teknologi, dan cyclical kompak turun 0,23 persen.

​Sektor industri terkoreksi 0,18 persen, diikuti basic-ind sebesar 0,06 persen. ​Sektor infrastruktur dan transportasi mencatatkan pelemahan tipis masing-masing sebesar 0,01 persen.

Adapun, IHSG  diprediksi masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini. Diketahui, pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 IHSG ditutup melemah 0,98 persen atau turun 60 poin ke level 6.116.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini masih dalam koreksi wajar selama berada di “wave (b)” setelah membentuk pola bearish outside bar.

"Berdasarkan indicator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, namun volume mengalami penurunan," ujar dia dalam keterangannya.

Menurut Nafan, pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia, akan menjadi sentimen utama yang sangat krusial bagi pergerakan IHSG pekan ini.

Efeknya, kata dia, diproyeksikan akan sangat signifikan mengingat pelaku pasar sedang mencermati kejelasan status freeze (pembekuan) pada indeks Indonesia.

Nafan mengatajan apabila MSCI mempertahankan status emerging market namun tetap melanjutkan status freeze tanpa adanya sinyal penurunan ke frontier market, maka respons pasar akan cenderung netral terkonsolidasi atau priced-in karena kekhawatiran worst-case scenario tidak terjadi.

"Namun apabila terdapat kejelasan positif dari MSCI mengenai peluang pencabutan freeze di masa mendatang seiring komitmen transparansi data emiten, hal ini dapat memicu pembalikan capital inflow," jelas dia.

Dari global, Nafan melihat situasi di Timur Tengah mengalami perubahan signifikan ke arah positif setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Iran dalam kunjungannya ke Prancis untuk KTT G7.

Sesuai dengan MoU, operasi militer di semua lini segera dihentikan, termasuk di Lebanon, dan periode 60 hari untuk negosiasi lebih lanjut dalam rangka mencapai kesepakatan perdamaian akhir.

"Bahkan Selat Hormuz dibuka kembali selama periode 60 hari tersebut, sementara Iran menegaskan tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Namun demikian, prospek kesepakatan tersebut berubah mengalami pukulan besar pada akhir pekan setelah pertempuran baru meletus antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon," katanya. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.