KABARBURSA.COM - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) merencanakan pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah menjaga stabilitas harga.
Buyback ini juga dilakukan untuk sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah pergerakan saham yang masih fluktuatif. Aksi ini muncul di saat harga saham INTP berada di level Rp5.325.
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 14 April 2026, perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp750 miliar untuk pelaksanaan buyback saham yang seluruhnya berasal dari kas internal. Dana tersebut mencakup biaya pembelian saham, komisi perantara, serta biaya lain yang terkait dengan transaksi.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia dan wajib diselesaikan paling lama 12 bulan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang direncanakan berlangsung pada 21 Mei 2026. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari total modal disetor.
Manajemen menegaskan bahwa aksi ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan karena seluruh pendanaan berasal dari kas internal. Selain itu, pelaksanaan buyback juga tidak diperkirakan memengaruhi pendapatan maupun laba perusahaan.
Perseroan berharap langkah ini dapat meningkatkan tingkat pengembalian bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor, sehingga harga saham dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan secara lebih optimal.
Sementara itu, pergerakan saham INTP menunjukkan pola konsolidasi dalam jangka pendek. Pada perdagangan harian, saham ini tercatat menguat 0,47 persen atau 25 poin.
Dalam sepekan terakhir, penguatan mencapai 2,40 persen atau 125 poin, namun secara bulanan masih mengalami koreksi 1,39 prsen atau turun 75 poin.
Secara teknikal, saham sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp5.450 dan terendah di sekitar Rp5.025, sebelum kembali bergerak stabil di area Rp5.300–Rp5.400.(*)