KABARBURSA.COM – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 13,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga akhir 2025, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp1.895,0 triliun.
Capaian tersebut disampaikan dalam pemaparan kinerja Triwulan IV 2025 yang digelar pada 5 Februari 2026.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh kinerja yang merata di seluruh segmen bisnis. Penyaluran kredit dilakukan secara selektif dan terukur dengan fokus pada sektor produktif, sejalan dengan upaya menjaga kualitas aset dan keberlanjutan intermediasi.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen dengan fokus pada sektor produktif. Pendekatan ini memungkinkan pertumbuhan kredit tetap terjaga sekaligus memastikan kualitas aset berada pada level yang sehat,” ujar Riduan dalam keterangan resmi.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan total aset Bank Mandiri yang mencapai Rp2.829,9 triliun, tumbuh 16,6 persen yoy. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp2.105,8 triliun, meningkat 23,9 persen yoy.
Struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan pada komponen dana murah. Dana murah (CASA) Bank Mandiri tercatat tumbuh 12,6 persen yoy menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga menopang likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit sepanjang 2025.
Pertumbuhan kredit tersebut turut disertai dengan kualitas aset yang terjaga. Bank Mandiri mencatatkan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 0,96 persen pada akhir 2025, berada di bawah rata-rata industri. Kondisi ini mencerminkan penerapan manajemen risiko yang disiplin di seluruh segmen pembiayaan.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp55,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp106 triliun serta peningkatan pendapatan non-bunga yang mencapai Rp48,5 triliun, tumbuh 14,5 persen yoy.
Riduan menyampaikan bahwa penguatan intermediasi Bank Mandiri juga didukung oleh pengembangan ekosistem layanan digital. Sepanjang 2025, aplikasi Livin’ by Mandiri digunakan oleh 37,2 juta pengguna, meningkat 27 persen yoy, sementara Kopra by Mandiri terus memperkuat layanan transaksi bagi nasabah korporasi dan institusi.
Selain intermediasi, Bank Mandiri juga mencatatkan dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Sepanjang 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM, dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. (*)