Logo
>

Laba ADMF Naik Dua Digit, Beban Bunga Jadi PR Besar

Kinerja pembiayaan tumbuh dua digit di awal 2026, namun struktur leverage dan biaya dana tetap membayangi profitabilitas.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba ADMF Naik Dua Digit, Beban Bunga Jadi PR Besar
Beban bunga menjadi salah satu komponen yang signifikan, yang secara langsung mempengaruhi hasil akhir laba ADMF. (Foto: dok Adira Dinamika Multi Finance)

KABARBURSA.COM - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba yang naik dua digit. Namun, beban bunga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pada kuartal pertama 2026 Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp484,1 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp385,8 miliar.

Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 25 persen secara tahunan, dengan laba per saham tercatat sebesar Rp403,44. Dari sisi pendapatan, ADMF mencatatkan revenue sebesar Rp3,21 triliun pada kuartal pertama 2026. 

Kinerja ini ditopang oleh aktivitas pembiayaan yang tetap berjalan, meski tidak disertai rincian pertumbuhan per segmen dalam periode ini.

Di level operasional, laba usaha tercatat sebesar Rp618,3 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp689,7 miliar. Struktur ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga kinerja operasional sebelum tekanan biaya keuangan diperhitungkan.

Namun, beban bunga tetap menjadi salah satu komponen yang signifikan. Tercatat interest expense sebesar Rp315,4 miliar, yang secara langsung mempengaruhi hasil akhir laba bersih perusahaan.

Dari sisi margin, rasio profitabilitas menunjukkan level yang relatif moderat. Return on assets (ROA) berada di level 1,22 persen, sementara return on equity (ROE) tercatat sebesar 3,11 persen.

Struktur permodalan perusahaan masih didominasi oleh utang. Total utang jangka panjang mencapai Rp24,16 triliun, dengan rasio debt to equity sebesar 1,55 kali dan debt to total capital sebesar 0,61.

Jika dibandingkan dengan kemampuan menghasilkan laba operasional, rasio debt terhadap EBITDA tercatat di level 35,03 kali. Sementara itu, rasio EBITDA terhadap beban bunga berada di level 2,19 kali, menunjukkan ruang penyangga terhadap beban bunga yang masih terbatas.

Dari sisi valuasi, saham ADMF diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sebesar 21,63 kali dan price to book value (PBV) di level 0,69 kali. Dengan harga saham di kisaran Rp8.725, kapitalisasi pasar perusahaan berada di sekitar Rp10,78 triliun.

Secara keseluruhan, kinerja ADMF pada awal 2026 memperlihatkan pertumbuhan laba yang tetap terjaga. Namun, struktur biaya dan leverage masih menjadi faktor yang membentuk dinamika profitabilitas perusahaan di tengah ekspansi pembiayaan yang berjalan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79