KABARBURSA.COM – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menegaskan optimisme perusahaan terhadap prospek pertumbuhan kinerja tahun 2026. Perseroan menyatakan bahwa sinergi strategis pasca-merger antara Moratelindo dan MyRepublic menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi perusahaan di industri telekomunikasi nasional.
Dalam agenda Public Expose Tahunan 2026 yang digelar pada Senin, 15 Juni 2026, manajemen MORA memaparkan bahwa penggabungan usaha tersebut bukan sekadar langkah efisiensi, melainkan strategi untuk menyatukan kekuatan infrastruktur yang saling melengkapi.
"Moratelindo membawa kekuatan jaringan backbone yang luas, sementara MyRepublic memiliki keunggulan pada jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) dengan basis pelanggan yang kuat. Melalui penggabungan ini, kami mampu mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur kedua perusahaan untuk mempercepat ekspansi jaringan dan meningkatkan kualitas layanan secara signifikan," ujar Corporate Secretary MORA, Resi Yuki Bramani, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut manajemen, fondasi pertumbuhan yang kuat telah terbukti sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatat peningkatan jumlah Homepass sebesar 36 persen menjadi lebih dari 1 juta, serta pertumbuhan pelanggan retail hingga 46 persen atau mencapai lebih dari 330 ribu pelanggan. Capaian tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan segmen retail sebesar 21 persen menjadi Rp1,3 triliun.
Menatap tahun 2026, perseroan telah menyiapkan langkah ekspansi agresif dengan menargetkan cakupan hingga 5 juta homepass dan 1,5 juta subscribers di 186 kota dan kabupaten. Salah satu pilar utama dalam rencana tersebut adalah penyelesaian proyek strategis "Rising 8", yaitu pembangunan sistem kabel bawah laut Jakarta-Batam-Singapura. Segmen Jakarta-Batam sendiri telah berhasil dirampungkan pada Juni 2026.
"Proyek kabel bawah laut ini akan memperkuat kapasitas serta keandalan jaringan kami, baik di level nasional maupun regional. Kami yakin, dengan kombinasi jaringan backbone dan broadband yang dimiliki, MORA kini memiliki posisi yang jauh lebih kuat untuk menangkap peluang pasar konektivitas di Indonesia," tambah Resi.
Agenda Public Expose yang berlangsung di Grand Hyatt Jakarta tersebut dihadiri oleh 31 partisipan dari kalangan media, analis, serta investor publik. Resi memastikan bahwa seluruh strategi yang dipaparkan, termasuk upaya optimalisasi peluang cross-selling dan integrasi operasional, dilakukan demi menjaga keberlanjutan pertumbuhan perseroan di masa depan.
Manajemen MORA pun menegaskan bahwa seluruh materi hasil paparan telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi perusahaan publik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.