KABARBURSA.COM – PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 di Cityloog Hotel Tebet, Jakarta Selatan.
Menjelang pelaksanaan rapat tersebut, peta kepemilikan saham emiten perhotelan ini menunjukkan struktur yang didominasi oleh pemegang saham pengendali, dengan tingkat free float sesuai aturan terbaru.
Berdasarkan data per Rabu, 17 Juni 2026, PT Basis Utama Prima tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sebesar 4,22 miliar saham atau 40,77. Diikuti oleh Moh. A.R.P. Mangkuningrat dengan kepemilikan 2,33 miliar saham atau 22,46 persen.
Sementara itu, porsi saham masyarakat (non-warkat) tercatat sebesar 2,05 miliar saham atau 19,0 persen sesuai Bursa Efek Indonesai (BEI).
Profil Red Planet dan Kinerja Saham PSKT
Red Planet Indonesia merupakan bagian dari jaringan perhotelan Regional Red Planet Hotels Group. Perusahaan saat ini mengoperasikan tujuh hotel di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Palembang, Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Makassar, Solo, dan Bekasi.
Selain itu, perseroan juga memiliki entitas anak perusahaan pendukung di sektor perdagangan umum dan jasa akomodasi seperti PT Planet Merah Depok dan PT Red Planet Hotels Tangerang.
Di lantai bursa, saham PSKT menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada perdagangan 18 Juni 2026, saham PSKT ditutup pada level Rp193, mencatatkan penurunan sebesar 1,53 persen dari hari sebelumnya.
Dalam periode 8 hingga 17 Juni 2026, saham sempat menyentuh level harga tertinggi di Rp206 pada 15 Juni 2026 dan level terendah di Rp141 pada 9 Juni 2026.
Aktivitas perdagangan saham PSKT dalam periode 8 hingga 17 Juni 2026 menunjukkan dinamika broker yang cukup aktif.
Berdasarkan data distribusi broker, aksi beli signifikan dicatatkan oleh Stockbit Sekuritas Digital (XL) dengan nilai Rp12,74 miliar, Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp2,78 miliar, dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp1,57 miliar.
Di sisi lain, tekanan jual pada periode yang sama terlihat dominan dari XL sebesar Rp4,34 miliar, CC sebesar Rp2,78 miliar, dan AK sebesar Rp1,57 miliar.
Sementara itu, pada perdagangan harian tanggal 17 Juni 2026, XL menjadi pembeli utama dengan nilai Rp453,99 juta dan penjual utama dengan nilai Rp57,56 juta.
Broker lainnya seperti AK mencatatkan nilai jual sebesar Rp42,63 juta dan CC sebesar Rp29,69 juta pada hari yang sama.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.