KABARBURSA.COM – PT Sillomaritime Perdana Tbk (SHIP) mencatat penurunan kinerja sepanjang 2025 akibat tekanan industri pelayaran global. Namun, pada saat yang sama, perseroan justru membukukan kenaikan aset.
Berdasarkan laporan tahunan, pendapatan SHIP tercatat sebesar USD173,8 juta, turun dari USD185,0 juta pada tahun sebelumnya. Laba bersih SHIP juga menurunan menjadi USD20,7 juta dari USD24,1 juta. Sedangkan untuk total aset perseroan meningkat signifikan menjadi USD539,4 juta dari sebelumnya USD483,4 juta.
Di tengah dinamika tersebut, perseroan menekankan pentingnya efisiensi dan pengelolaan risiko sebagai strategi utama untuk menjaga keberlanjutan kinerja.
“Pendekatan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional, pengelolaan risiko, dan kesinambungan pendapatan merupakan langkah strategis yang tepat untuk menghadapi tantangan industri maritim yang bersifat siklikal,” ujar Sutanto, Komisaris Utama PT Sillomaritime Perdana Tbk, dikutip dari Laporan Tahunan 2025, Senin, 13 April 2026.
Perseroan juga mengakui bahwa tekanan industri masih berlanjut, terutama dipicu oleh kondisi global yang belum sepenuhnya stabil.
“Sektor pelayaran global menghadapi tekanan dari fluktuasi tarif angkutan akibat kelebihan kapasitas armada di beberapa segmen dan dinamika permintaan akibat perdagangan global yang masih bergejolak,” ujarnya.
Meski demikian, peluang tetap terbuka, terutama dari sektor energi. Kebutuhan kapal penunjang untuk industri minyak dan gas dinilai masih menjadi penopang utama di tengah perlambatan global.
Dengan pengalaman operasional, kualitas armada, serta disiplin dalam pengelolaan biaya, perseroan menilai masih berada dalam posisi yang cukup kuat untuk menjaga kinerja di tengah siklus industri yang fluktuatif.
“Perseroan berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan kinerja usaha di tengah siklus industri yang masih fluktuatif,” ujar imbuhnya.
Ke depan, strategi efisiensi dan optimalisasi portofolio armada, ditambah dengan peluang dari sektor migas offshore, menjadi kunci bagi SHIP untuk menjaga pertumbuhan di tengah tantangan industri pelayaran global.(*)