KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia pada perdagangan terbaru mencatat penguatan tipis di tengah ketidakpastian pasokan global. Penguatan harga minyak juga terjadi ketika keputusan OPEC+ tengah mempertahankan kebijakan output.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah berada di level 57,559, naik 0,239 poin atau setara 0,42 persen. Sementara itu, harga Brent diperdagangkan di 61,053, menguat 0,303 poin atau 0,50 persen.
Untuk komoditas energi lain, harga batu bara tetap stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan pada level yang dilaporkan perdagangan terakhir.
“Pasar minyak saat ini dipengaruhi oleh tingkat pasokan global yang relatif kuat sementara tekanan geopolitik tetap ada, tetapi fundamental permintaan yang lemah membuat pasar kurang reaktif terhadap isu politik,” ujar analyst Daan Struyven dari Goldman Sachs, dikutip Reuters pada 4 Januari 2026.
Apa yang disampaikan Daan terkait dengan prospek produksi minyak di Venezuela dan dampaknya terhadap harga global.
Reuters juga mencatat bahwa OPEC+ memutuskan untuk mempertahankan output minyak pada level saat ini, meskipun terjadi berbagai tekanan geopolitik dan hubungan internal yang tegang antara beberapa anggotanya, termasuk konflik di Yaman yang melibatkan Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab.
Keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran pasar tentang kelebihan pasokan setelah harga minyak turun lebih dari 18 persen sepanjang 2025, penurunan tahunan terbesar sejak 2020.
Selain itu, analis lain menilai bahwa meskipun sejumlah konflik politik—termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan situasi di Venezuela—masih menjadi sorotan, pasokan global yang kuat terus menahan lonjakan harga minyak dalam jangka pendek.
Dalam konteks batu bara, pergerakan harga yang stabil mencerminkan kondisi permintaan energi fosil yang moderat, di mana konsumsi belum menunjukkan lonjakan signifikan di sejumlah negara konsumen utama.(*)