KABARBURSA.COM - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membuka peluang pembentukan lini usaha baru seiring rencana ekspansi bisnis ke sektor hidrogen melalui penyediaan jasa sewa generator hydrogen fuel cell (HFCG). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas portofolio di luar bisnis utama panas bumi.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 14 April 2026, perseroan menyatakan akan menambah kegiatan usaha baru yang masuk dalam klasifikasi KBLI 77395, yakni penyewaan dan sewa guna mesin dan peralatan pertambangan dan penggalian.
Melalui pengembangan ini, PGEO akan menjalankan bisnis penyediaan jasa sewa generator berbasis hydrogen fuel cell, yang mencakup penyediaan unit, instalasi, pengoperasian, pemeliharaan, hingga dukungan teknis sesuai kebutuhan pelanggan.
Perseroan menyebut, ekspansi tersebut memiliki keterkaitan dengan bisnis inti di sektor energi panas bumi, terutama dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta transisi menuju energi bersih. Teknologi hydrogen fuel cell dinilai dapat melengkapi portofolio energi PGEO.
Dalam pelaksanaannya, PGEO juga telah menunjuk penilai independen untuk menyusun studi kelayakan bisnis atas rencana tersebut. Studi ini menjadi dasar bagi perseroan untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 21 April 2026.
Dari sisi pasar, bisnis penyewaan generator hidrogen di Indonesia masih berada pada tahap awal dengan dominasi proyek percontohan. Pemanfaatan teknologi ini belum umum dan masih bersaing dengan generator konvensional seperti diesel dan gas.
Perseroan menargetkan tahap awal pengembangan akan difokuskan pada ekosistem internal grup, termasuk dukungan terhadap proyek green terminal. Model bisnis ini juga membuka peluang kerja sama dengan entitas dalam grup Pertamina maupun mitra lainnya.
Langkah PGEO ini menandai arah baru perseroan dalam memperluas model bisnis, tidak hanya sebagai produsen listrik panas bumi, tetapi juga sebagai penyedia solusi energi bersih berbasis hidrogen di Indonesia.
Sejalan dengan rencana ekspansi tersebut, pergerakan saham PGEO menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan Rabu, 15 April 2026, saham PGEO berada di level Rp1.100 atau naik 1,38 persen secara harian dan menguat 4,76 persen dalam sepekan terakhir. Dalam satu bulan terakhir, saham ini tercatat melonjak 15,18 persen.
Data perdagangan juga menunjukkan harga sempat menyentuh level tertinggi Rp1.105 dengan nilai transaksi sekitar Rp2,14 miliar dan volume mencapai 19,56 ribu lot.
Dari sisi orderbook, antrean jual terlihat lebih tebal dibandingkan permintaan beli, mengindikasikan adanya aksi ambil untung di area harga saat ini meski tren penguatan masih terjaga dalam jangka pendek.(*)