KABARBURSA.COM – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) tengah agresif memperluas jaringan logistik dan pelayaran internasional sepanjang 2026. Emiten logistik dan pelayaran ini membuka sejumlah rute baru lintas Asia Timur hingga memperkuat konektivitas domestik dan Asia Tenggara.
Langkah terbaru dilakukan lewat peluncuran layanan kontainer baru yang menghubungkan Jepang dan Korea Selatan. Rute tersebut melayani jalur Nagoya-Kobe-Busan dengan jadwal pelayaran mingguan untuk mendukung kelancaran arus ekspor-impor kawasan Asia.
Manajemen SMDR menyebut ekspansi ini menjadi bagian dari strategi memperluas konektivitas di luar Asia Tenggara. Perseroan ingin menghadirkan jalur distribusi yang lebih efisien dan presisi bagi pelaku usaha global.
Ekspansi tersebut dilakukan melalui kolaborasi Samudera Japan K.K. bersama Imoto Corporation lewat pembentukan joint venture Blue Ocean Shipping Co., Ltd. Perusahaan patungan itu akan mengoperasikan dua kapal peti kemas untuk rute domestik Jepang.
Dalam struktur kepemilikannya, Samudera Japan memegang 51 persen saham dan Imoto Corporation sebesar 49 persen. Operasional perusahaan ditargetkan mulai berjalan pada semester I-2026 dari Kobe, Jepang.
Tidak hanya memperluas jalur internasional, SMDR juga memperkuat konektivitas nasional. Perseroan membuka rute baru melalui Kuala Tanjung untuk mendukung arus logistik Sumatera Utara menuju Singapura dan Penang.
Rute tersebut beroperasi mingguan melalui jalur Singapura-Kuala Tanjung-Penang-Singapura. Jalur ini diposisikan untuk mempercepat distribusi ekspor-impor sekaligus memperluas akses perdagangan regional.
Selain itu, SMDR juga mulai memperkuat aktivitas di Patimban melalui layanan Patimban Global Gateway Terminal (PGT). Pada Maret 2026, terminal tersebut melayani first call kapal MSC Hanisha III berkapasitas 2.500 TEUs untuk rute Shanghai-Patimban.
Asing Catatkan Net Buy Tipis Sepanjang Mei 2026
Di tengah agresivitas ekspansi bisnis tersebut, pergerakan saham SMDR sepanjang Mei 2026 justru bergerak melemah bertahap. Saham ini memulai Mei di area 340–342 sebelum perlahan turun menuju level 300 pada akhir bulan.
Pada perdagangan 29 Mei 2026, SMDR ditutup di level 300 atau turun 1,32 persen. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,69 miliar dengan volume 55,84 ribu lot dan frekuensi 1.250 kali transaksi.
Jika melihat pola sepanjang Mei, saham SMDR sebenarnya sempat beberapa kali mencoba rebound. Pada 22 Mei misalnya, saham melonjak 5,52 persen ke level 306 setelah dibuka dari area 290.
Namun penguatan tersebut belum mampu mengubah tren keseluruhan. Struktur harga saham masih memperlihatkan kecenderungan lower high dan lower low dibanding awal Mei.
Yang menarik, pola dana asing di SMDR terlihat cukup aktif sepanjang bulan. Pada beberapa sesi perdagangan, asing tercatat masuk cukup agresif.
Net foreign buy terbesar terjadi pada 22 Mei sebesar Rp1,44 miliar. Selain itu, asing juga membukukan akumulasi Rp446,14 juta pada 12 Mei, Rp501,78 juta pada 8 Mei, dan Rp400,69 juta pada 25 Mei.
Namun tekanan jual asing juga beberapa kali muncul dalam jumlah besar. Pada 21 Mei, asing mencatat net sell sekitar Rp294,38 juta setelah saham gagal bertahan di area 300.
Asing juga melakukan distribusi Rp393,21 juta pada 7 Mei dan Rp233,74 juta pada 6 Mei. Pola keluar-masuk dana tersebut membuat pergerakan saham terlihat cenderung tertahan meski akumulasi masih terjadi di beberapa titik.
Jika dijumlahkan, secara keseluruhan berdasarkan data perdagangan Mei 2026 yang tersedia, dana asing di SMDR masih cenderung mencatat akumulasi bersih tipis, yaitu sekitar Rp2,25 miliar. Total net foreign buy terlihat lebih dominan dibanding tekanan jual, terutama karena adanya akumulasi besar pada pertengahan Mei.
Namun akumulasi tersebut belum berhasil mengangkat struktur harga saham secara signifikan. Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati membaca prospek jangka pendek sektor logistik dan pelayaran.
Apalagi saham terus gagal kembali ke area psikologis 320–340 yang sebelumnya menjadi area perdagangan awal Mei. Setiap kenaikan jangka pendek masih cepat direspons dengan aksi ambil untung.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.