KABARBURSA.COM – PT Petrosea Tbk (PTRO) memasuki fase baru dalam arah bisnisnya setelah merampungkan rangkaian aksi korporasi yang mengubah struktur operasional perusahaan. Di tengah penguatan kinerja keuangan, langkah diversifikasi kini bergerak lebih jauh dengan pembentukan lini usaha baru di sektor migas lepas pantai.
Perubahan ini berangkat dari akuisisi Hafar, HBS, dan Scan-Bilt yang telah diselesaikan sebelumnya. Melalui akuisisi tersebut, PTRO membentuk lini bisnis engineering, procurement, construction, and installation (EPCI) migas lepas pantai, yang menjadi pintu masuk ke segmen industri baru di luar bisnis inti jasa pertambangan.
Direktur PTRO Kartika Hendrawan, menyebut pembentukan lini ini sebagai fondasi awal pengembangan portofolio usaha ke sektor migas. Langkah tersebut sekaligus menandai pergeseran strategi perusahaan yang sebelumnya bertumpu pada jasa penunjang pertambangan, menjadi lebih terdiversifikasi dengan tambahan eksposur ke energi lepas pantai.
Arah ini sejalan dengan strategi yang disampaikan dalam RUPST tahun buku 2025, di mana diversifikasi usaha ditetapkan sebagai pilar utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja. Perusahaan tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap satu segmen usaha yang selama ini menjadi kontributor utama.
Pendapatan Bertumbuh 28 Persen
Dari sisi kinerja, langkah tersebut muncul di tengah pertumbuhan yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, PTRO membukukan pendapatan sebesar USD886,46 juta atau sekitar Rp14,8 triliun. Angka ini meningkat sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat USD28,81 juta atau sekitar Rp483,3 miliar, naik 197 persen secara tahunan.
Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas proyek pertambangan yang masih menjadi tulang punggung bisnis. Namun, dengan masuknya lini EPCI migas, struktur pendapatan ke depan berpotensi mengalami perubahan, seiring bertambahnya kontribusi dari sektor baru yang mulai dibangun.
Selain ekspansi bisnis, RUPST juga menetapkan agenda rutin berupa persetujuan laporan tahunan dan pemberian acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Keputusan ini menegaskan bahwa kinerja operasional dan tata kelola perusahaan selama 2025 telah diterima oleh pemegang saham.
Dalam konteks pasar, langkah diversifikasi ini membentuk lapisan sentimen yang berbeda terhadap saham PTRO. Ekspansi ke sektor migas membuka ruang pertumbuhan baru, tetapi pada saat yang sama juga membawa perubahan profil bisnis yang membutuhkan waktu untuk terlihat pada kinerja keuangan secara penuh.
Ruang Kenaikan Masih Terbuka, Buy on Weakness?
Dari sisi pergerakan saham, PTRO ditutup menguat 2,38 persen ke level 5.375 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Aktivitas ini menunjukkan adanya partisipasi pasar yang tetap terjaga, meskipun harga bergerak dalam rentang yang masih terbatas.
Dalam kerangka teknikal, posisi saham berada dalam fase awal pergerakan lanjutan, dengan rentang harga yang masih membuka ruang menuju area 5.925 hingga 6.200. Sementara itu, kisaran 4.920 hingga 5.225 menjadi area yang sebelumnya menjadi titik pergerakan harga dan berpotensi kembali diuji.
Jika disandingkan dengan keseluruhan data, PTRO saat ini berada pada fase transisi antara penguatan kinerja historis dan pembentukan arah bisnis baru. Aksi korporasi melalui akuisisi dan pembentukan lini EPCI migas menjadi faktor yang membentuk ekspektasi ke depan, sementara pergerakan saham masih bergerak mengikuti dinamika jangka pendek di pasar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.