Logo
>

Ritel Wajib Tahu 10 Saham Top Gainer Jelang Libur Nataru

Lonjakan harga muncul di tengah likuiditas menipis menjelang libur Natal dan Tahun Baru, dengan karakter reli yang berbeda di tiap saham.

Ditulis oleh Syahrianto
Ritel Wajib Tahu 10 Saham Top Gainer Jelang Libur Nataru
Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pergerakan pasar saham justru menampilkan kontras menarik. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pergerakan pasar saham justru menampilkan kontras menarik. 

    Sejumlah saham mampu melesat dengan kenaikan dua digit dalam satu hari perdagangan meski likuiditas cenderung menipis. Kondisi ini membuat investor ritel perlu lebih cermat membaca karakter reli yang terjadi di pasar.

    Pada perdagangan Rabu, 24 Desember 2025, setidaknya 10 saham mencatatkan lonjakan harga tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

    Berdasarkan data perdagangan di platform Stockbit, saham-saham tersebut berasal dari sektor yang beragam, mulai dari properti, logistik, perhotelan, hingga investasi. Namun, di balik kenaikan harga yang mencolok, struktur transaksi menunjukkan dinamika yang tidak seragam.

    Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menjadi top gainer dengan kenaikan 34,59 persen ke level 214. Pergerakan MGNA ditopang dominasi bid yang sangat kuat, dengan antrean beli 34.305 lot. Aktivitas ini berlangsung dengan frekuensi sekitar 5.460 kali transaksi.

    Situasi serupa terlihat pada PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) yang naik 25 persen ke 650. Saham ini bergerak dengan karakteristik likuiditas sangat tipis, open, high, dan low berada di level yang sama. 

    Di orderbook, total bid mencapai sekitar 422.801 lot, dengan offer nyaris nihil, namun hanya ditopang frekuensi sekitar 1.630 kali transaksi.

    Berbeda dengan dua saham tersebut, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) yang naik 27,14 persen ke 89 menunjukkan pola lain. Di balik kenaikan harga, total offer tercatat sekitar 336.815 lot, lebih besar dibanding bid sekitar 179.658 lot, terutama menumpuk di level 90 hingga 94. Pergerakan ini terjadi dengan frekuensi sekitar 17.500 kali transaksi, menandakan kenaikan yang berlangsung di tengah distribusi aktif.

    Pola reli yang disertai supply aktif juga terlihat pada PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI), serta PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT). 

    FITT mencatat offer sekitar 12.273 lot berhadapan dengan bid 8.130 lot, dengan frekuensi sekitar 3.000 kali transaksi. MTLA memperlihatkan bid 11.866 lot dan offer 1.841 lot dengan frekuensi sekitar 1.340 kali. 

    Pada PGLI, offer 13.083 lot lebih dominan dibanding bid 9.354 lot, terjadi dalam sekitar 1.530 kali transaksi, sementara ASJT mencatat bid 41.511 lot dan offer 30.536 lot dengan frekuensi relatif tinggi sekitar 6.960 kali transaksi.

    Di sisi lain, dua saham menunjukkan struktur yang relatif lebih seimbang. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang naik 10,13 persen ke 2.500, memperlihatkan bid berlapis dan cukup tebal dengan offer yang masih terkontrol. 

    Karakter serupa terlihat pada PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) yang menguat 11,74 persen ke 1.285, di mana aktivitas jual dan beli sama-sama hidup, mencerminkan transaksi yang lebih organik.

    Sementara itu, PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) naik 12,50 persen ke 630 dengan kondisi bid dan offer relatif berimbang. Di orderbook, total bid sekitar 2.043 lot berhadapan dengan offer 2.444 lot, berlangsung dalam sekitar 744 kali transaksi.

    Menjelang libur Nataru, kondisi pasar seperti ini bukan hal baru. Likuiditas yang menipis kerap membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap perubahan antrian.

    Kenaikan tajam dalam waktu singkat bisa dipicu oleh penahanan supply atau dorongan bid sesaat, bukan selalu oleh perubahan fundamental.

    Bagi investor ritel, memahami perbedaan antara reli yang dikunci antrian, reli dengan distribusi, dan reli berbasis transaksi aktif menjadi kunci penting. Terlebih, periode libur panjang sering kali membawa risiko lanjutan berupa gap harga saat pasar kembali dibuka. (*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.