KABARBURSA.COM – Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers pada perdagangan kemarin bergerak liar di tengah tingginya aktivitas transaksi.
Namun di balik lonjakan harga tersebut, mayoritas saham justru dibarengi aksi jual investor asing atau net foreign sell dengan tingginya volatilitas dan pola transaksi yang agresif pada saham-saham tersebut.
Berdasarkan data pergerakan saham yang dihimpun Kabarbursa.com, PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) memimpin daftar penguatan setelah melonjak 34,09 persen ke level 118. Nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp2,97 miliar dengan volume perdagangan sekitar 260,66 ribu lot dan frekuensi 3,49 ribu kali transaksi.
Meski melesat paling tinggi, saham MGNA justru mencatat net foreign sell sekitar Rp252,96 juta. Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga saham belum sepenuhnya ditopang akumulasi investor asing.
Saham PT Arthavest Tbk (ARTA) juga naik hingga 25 persen ke level Rp2.500. Namun transaksi saham ini masih relatif tipis dengan nilai perdagangan sekitar Rp148,3 juta dan volume hanya sekitar 613 lot.
Di sisi lain, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menguat 18,10 persen ke level 137 dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp15,06 miliar. Volume perdagangan saham ini tercatat sekitar 1,08 juta lot dengan frekuensi transaksi mencapai 12,91 ribu kali.
Meski harga sahamnya melesat, NZIA juga dibarengi net foreign sell sekitar Rp583,02 juta. Tekanan jual asing pada saham yang sedang naik biasanya mulai diperhatikan pelaku pasar karena berpotensi memicu volatilitas lanjutan.
Hal serupa juga terjadi pada saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Saham ini naik 12,96 persen ke level Rp1.700 dengan nilai transaksi sekitar Rp3,99 miliar dan volume perdagangan sekitar 24,51 ribu lot.
Namun ELPI justru menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar dalam daftar top gainers tersebut. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sekitar Rp1,75 miliar pada saham ELPI.
Berbeda dengan mayoritas saham lainnya, PT Era Digital Media Tbk (AWAN) menjadi satu-satunya saham dalam daftar ini yang masih mencatat net foreign buy.
Saham AWAN menguat 12,68 persen ke level 160 dengan aliran dana asing masuk sekitar Rp374,48 juta.
Fenomena kenaikan harga saham di tengah aksi jual asing biasanya mulai dicermati trader jangka pendek.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan harga lebih banyak digerakkan transaksi domestik atau pergerakan spekulatif ketimbang akumulasi asing jangka panjang.(*)