KABARBURSA.COM – PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) memperoleh fasilitas kredit senilai total Rp178,8 miliar dari PT Bank Permata Tbk (BNLI).
Sekretaris Perusahaan ZYRX, Evan Jordan, menyampaikan bahwa perseroan menerima fasilitas kredit dari Bank Permata sebagai bagian dari aktivitas pendanaan perusahaan.
“Fasilitas kredit yang diterima terdiri dari beberapa jenis pembiayaan. Pertama, revolving loan sebesar Rp60 miliar yang dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja,” ujar Evan dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu, 11 April 2026.
Selain itu, perseroan juga memperoleh term financing pertama sebesar Rp54,4 miliar. Dana ini digunakan untuk pembelian aset berupa tanah.
Selanjutnya, term financing kedua sebesar Rp64,4 miliar dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan.
“Dengan demikian, total keseluruhan fasilitas kredit yang diperoleh mencapai Rp178,8 miliar,” tegas Evan.
Perseroan menyampaikan bahwa transaksi fasilitas kredit ini termasuk dalam kategori transaksi material.
Namun, transaksi tersebut dikecualikan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 terkait transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Dalam laporan tersebut juga dijelaskan bahwa penandatanganan perjanjian kredit telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proses pemberian jaminan juga telah dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan akan memenuhi seluruh kewajiban pembayaran terkait fasilitas kredit tersebut. Kewajiban ini mencakup pembayaran biaya administrasi, bunga, serta angsuran sesuai perjanjian kredit.
Dari sisi operasional, fasilitas kredit ini memberikan tambahan dukungan pendanaan bagi kegiatan usaha perseroan. Dana yang diperoleh akan digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam perjanjian.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di industri komputer dan perakitan perangkat, ZYRX terus menjalankan kegiatan usaha dengan dukungan pendanaan eksternal,” pungkas Evan.
Fasilitas kredit menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan pengembangan bisnis.(*)