KABARBURSA.COM – Produsen mobil Korea Selatan, Kia Corp, berencana meningkatkan investasi sebesar 30 persen dalam empat tahun ke depan.
Ivestasi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan kendaraan listrik, perangkat lunak, dan lini bisnis baru. Langkah ini disampaikan dalam presentasi investor pada Kamis, sebagaimana dilaporkan Reuters, 9 April 2026.
Dalam periode 2026 hingga 2029, Kia menyiapkan total investasi sebesar 41,4 triliun won atau setara USD27,95 miliar.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat transformasi bisnis di tengah perubahan industri otomotif global yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan digitalisasi.
Peningkatan belanja modal tersebut difokuskan untuk memperluas pengembangan kendaraan listrik, meningkatkan kemampuan perangkat lunak kendaraan, serta membuka peluang bisnis baru yang mendukung ekosistem mobilitas masa depan.
Target Penjualan EV Diturunkan
Di sisi lain, Kia juga melakukan penyesuaian terhadap target penjualan kendaraan listriknya. Perusahaan kini menargetkan penjualan sekitar 1 juta unit kendaraan listrik pada 2030, lebih rendah sekitar 20 persen dibandingkan target sebelumnya.
Reuters melaporkan pada 9 April 2026 bahwa penurunan target ini mencerminkan respons perusahaan terhadap dinamika permintaan global yang mulai melambat.
Fenomena ini juga terjadi di industri otomotif secara lebih luas. Reuters pada 8 April 2026 mencatat, laju adopsi kendaraan listrik telah melambat seiring suku bunga yang tinggi dan ketidakpastian kondisi ekonomi yang menekan permintaan konsumen.
Di tengah kondisi tersebut, produsen otomotif global mulai menyesuaikan strategi mereka. “Produsen otomotif tengah mengkalibrasi ulang strategi kendaraan listrik mereka, dengan menyeimbangkan antara target elektrifikasi jangka panjang dan realitas permintaan jangka pendek,” tulis Reuters, 8 April 2026.
Selain itu, tekanan terhadap profitabilitas juga menjadi pertimbangan dalam ekspansi kendaraan listrik. Reuters pada 8 April 2026 menyebut, “Investasi kendaraan listrik tetap tinggi, namun tekanan profitabilitas memaksa perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan rencana ekspansi mereka.”
Pengumuman strategi ini turut memengaruhi pergerakan saham Kia. Reuters mencatat saham perusahaan turun sekitar 4,2 persen setelah rencana tersebut disampaikan.
Langkah Kia yang tetap meningkatkan investasi di tengah penyesuaian target penjualan menunjukkan perubahan pendekatan industri otomotif global, dengan tetap menjaga arah transformasi jangka panjang sambil menyesuaikan kondisi pasar saat ini.(*)