Logo
>

ICBC Guyur Rp800 Miliar MEDC, ini Tujuannya

Tambahan pendanaan dari ICBC menopang belanja modal Medco Energi di tengah tekanan laba, sementara pasar merespons positif meski kinerja keuangan masih menghadapi tantangan efisiensi.

Ditulis oleh Yunila Wati
ICBC Guyur Rp800 Miliar MEDC, ini Tujuannya
MEDC kembali mendapatkan pinjaman jumbo untuk mendukung capex 2026. Foto: Dok Medco Energi.

KABARBURSA.COM – PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC, baru saja mendapatkan dana segar dari PT Bank ICBC Indonesia. Dalam Perjanjian Kredit yang ditandatangani pada Rabu, 4 Februari 2026 tersebut, MEDC memperoleh dana jumbo sebesar Rp800 miliar.

Angka tersebut bukan tanpa tujuan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterima Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, manajemen menjelaskan bahwa dana itu akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan belanja modal (capex), serta pendanaan umum Perseroan.

Corporate Secretary PT Medco Energi Internasional Siendy Wisandana, menjelaskan, pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 60 bulan, terhitung sejak tanggal pencairan pertama. Sayangnya, manajemen tidak merinci skema penarikan, tingkat bunga, maupun jaminan atas fasilitas kredit tersebut.

Manajemen hanya menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian kredit ini tidak menimbulkan dampak material khusus terhadap kondisi keuangan maupun operasional Perseroan.

Saham Bergerak Naik, Keuangan Memble

Jika melihat dari pergerakan harga saham, pada perdagangan hari ini MEDC menguat ke level 1.510 dengan kenaikan 1,34 persen. Namun jika dilihat dari sisi pendapatan, MEDC mencatatkan revenue sebesar USD604,39 juta.

Angka ini relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,10 persen secara tahunan. Stabilitas pendapatan ini menunjukkan bahwa aktivitas inti di sektor migas dan energi masih mampu menjaga top line, meski tidak mencatatkan pertumbuhan signifikan. 

Namun pada sisi biaya, operating expense meningkat 10,49 persen menjadi USD213,04 juta. Kenaikan beban operasional ini berkontribusi langsung terhadap penurunan kinerja laba bersih.

Net income MEDC tercatat sebesar USD48,46 juta, turun 32,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba ini tercermin pula pada net profit margin yang menyusut ke level 8,02 persen. Hal ini menandakan bahwa ruang keuntungan semakin tertekan akibat kombinasi biaya operasional yang meningkat dan tantangan efisiensi. 

EBITDA yang mencapai USD267,95 juta juga mengalami koreksi 11,19 persen, mengindikasikan bahwa tekanan tidak hanya terjadi di level laba bersih, tetapi juga pada kinerja operasional sebelum beban non-operasional dan pajak.

Struktur neraca MEDC menunjukkan ekspansi aset yang masih berlanjut. Total aset tercatat sebesar USD8,42 miliar, tumbuh 9,65 persen secara tahunan. Peningkatan ini sejalan dengan strategi investasi dan pengembangan aset energi. 

Namun, pertumbuhan aset tersebut dibarengi dengan kenaikan total liabilitas sebesar 11,08 persen menjadi USD6,04 miliar. Dengan total ekuitas sebesar USD2,38 miliar, struktur permodalan MEDC masih mencerminkan leverage yang cukup tinggi, meski tetap berada dalam batas yang dapat dikelola untuk perusahaan energi dengan karakter padat modal.

Likuiditas jangka pendek MEDC relatif terjaga. Cash and short-term investments mencapai USD706,62 juta, tumbuh 14,44 persen secara tahunan. Posisi kas ini memberikan bantalan yang cukup di tengah volatilitas harga energi dan kebutuhan belanja modal. 

Dari sisi profitabilitas aset, return on assets berada di level 4,57 persen, sementara return on capital tercatat 6,10 persen, menggambarkan kemampuan aset dan modal yang masih menghasilkan imbal hasil moderat, meski belum optimal.

Arus kas memberikan gambaran yang lebih berimbang. Cash from operations tercatat sebesar USD267,74 juta, turun 10,20 persen, namun masih menunjukkan kemampuan operasional menghasilkan kas yang solid. 

Tekanan terbesar datang dari aktivitas investasi, dengan cash from investing negatif USD539,01 juta, melonjak 233,56 persen secara tahunan. Angka ini mencerminkan agresivitas belanja modal dan ekspansi yang berdampak langsung pada penurunan kas. 

Untuk menyeimbangkan kebutuhan tersebut, cash from financing meningkat signifikan menjadi USD143,15 juta, naik 221,42 persen, menandakan adanya dukungan pendanaan eksternal. Secara keseluruhan, net change in cash tercatat negatif USD127,70 juta. 

Meski demikian, free cash flow masih positif di level USD78,01 juta dan tumbuh 11,28 persen, menunjukkan bahwa setelah belanja modal, MEDC tetap mampu menghasilkan arus kas bebas.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79