Logo
>

Mandiri Percepat Ekonomi Hijau, Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh

Portofolio hijau Rp320 triliun dorong ekonomi berkelanjutan, Bank Mandiri hadirkan inovasi karbon dan aksi nyata menuju target net zero 2030.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Mandiri Percepat Ekonomi Hijau, Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh
Bank Mandiri genjot pembiayaan hijau Rp320 triliun, perkuat aksi nyata di Hari Bumi 2026. Foto: dok. Bank Mandiri

KABARBURSA.COM - Momentum Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Bank Mandiri untuk menegaskan arah bisnis berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, Bank Mandiri telah mengantongi portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp320 triliun, tumbuh 8,8 persen secara tahunan.

Dari total angka tersebut, pembiayaan hijau Bank Mandiri tercatat mencapai Rp167 triliun, sementara pembiayaan sosial menyumbang Rp153 triliun.

Capaian ini mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa lebih dari 35 persen dibanding tiga bank besar nasional.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan mengatakan, tren pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan diproyeksikan tetap solid di tengah ketidakpastian global.

“Kami optimistis pembiayaan berkelanjutan akan terus tumbuh pada kisaran 7 sampai 9 persen secara tahunan, sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank only. Di tengah dinamika kondisi makroekonomi domestik dan global, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Dengan demikian, kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset,” ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa 28 April 2026.

Bagi Bank Mandiri, tren positif ini juga ditopang pipeline pembiayaan yang kuat dengan sekitar 77 persen mengalir ke sektor prioritas nasional.

Sektor prioritas ini mencakup ketahanan energi, energi terbarukan, efisiensi energi, produk ramah lingkungan, hingga perumahan inklusif melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kemudian pada 2025, Bank Mandiri juga aktif menghimpun dana berkelanjutan lewat penerbitan Green Bond Phase 2 dan Sustainability Bond Phase 1 senilai total Rp10 triliun.

Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek berbasis Environmental, Social and Governance (ESG).

Tak hanya itu, bank berkode saham BMRI ini juga berupaya memperkuat kolaborasi dengan regulator dan pemangku kepentingan. Caranya melalui forum diskusi hingga pengembangan skema pembiayaan baru, termasuk sektor waste-to-energy.

Lebih lanjut, Bank Mandiri memperluas akses solusi hijau melalui fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di platform Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri.

Lewat fitur ini, nasabah dapat menghitung jejak karbon, melakukan carbon offset, hingga membeli sertifikat emisi secara langsung.

Saat ini, sertifikat yang tersedia berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei berkapasitas 2,4 MW (Megawatt) di Sumatera Utara.

Proyek tersebut mampu mengurangi emisi hingga 265 ribu ton CO2e (Karbondioksida Ekuivalen) setara dengan emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.

Inisiatif ini sekaligus memperluas akses pasar karbon. Dari yang sebelumnya didominasi segmen korporasi menjadi lebih inklusif bagi masyarakat.

Dari Kendaraan Listrik hingga Tanam Mangrove

Bank Mandiri juga mendorong gaya hidup berkelanjutan melalui berbagai produk dan program, mulai dari pembiayaan kendaraan listrik, kartu debit berbahan recycled PVC, hingga e-money edisi khusus Hari Bumi.

Di internal, perusahaan menggelar program penanaman pohon berbasis digital pada 11 sampai 19 April 2026.

Program ini melibatkan lebih dari 500 pegawai dengan kontribusi lebih dari 800 pohon bakau merah yang akan ditanam di Tangerang, Banten.

Dalam operasionalnya, Bank Mandiri mencatat penurunan emisi hingga 32 persen dibandingkan baseline 2019.

Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi gedung hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya.

Ke depannya, Bank Mandiri berkomitmen untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau melalui inovasi, kolaborasi, dan ekspansi pembiayaan berkelanjutan. (Info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.